Kompos dari Limbah Dapur dan Daun Kering
Kompos merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi pembuangan sampah dan juga bermanfaat bagi tanaman. KSU Pointer mulai membuat kompos dari sampah organik berupa sisa makanan dan buah-buahan serta daun kering.
Manfaat kompos
1. Memperbaiki struktur tanah
3. Menambah daya ikat air
4. Memperbaiki udara dalam tanah
5. Menyuburkan tanah
Tempat pengomposan
Ada banyak tempat untuk pengomposan, seperti menggali lubang dalam tanah, memakai bak, drum plastik tetapi jangan sampai terkena air hujan. Jika berupa drum plastik atau tempat yang lainnya pada bagian bawah harus diberi lubang sebanyak lima buah.
Tips Membuat Kompos
Memisahkan sampah organik dan nonorganik, sampah organik bisa berupa sampah dapur atau daun-daun kering dan sampah nonorganik berupa plastik, karet, besi, dan lain-lain.
Setelah memisahkan sampah, sampah organik dicacah atau dipotong kecil-kecil supaya mempermudah proses pengomposan.
Pencampuran
Setelah sampah dipotong kecil-kecil kemudian dicampur dengan serbuk gergaji dan larutan mikroba berupa EM4 atau MOL tapai (tape singkong). MOL tapai adalah campuran gula+tapai yang didiamkan selama satu minggu. Setelah pencampuran, masukkan ke dalam tong selama lima minggu.
Pematangan
Sampah diaduk seminggu sekali selama lima minggu.
Ciri-ciri kompos
1. Tidak berbau busuk
2. Warnanya coklat kehitaman
Pengayakan
Kompos yang sudah jadi diayak supaya mendapat hasil yang baik.









Leave a Reply