Rekreasi Bersama di Kalibaru Cottages

Pada hari Minggu 16 Agustus-18 Agustus 2009, KSU Pointer mengadakan rekreasi bersama ke Kalibaru Cottages. Acara ini diikuti oleh 21 anggota dan keluarga, yaitu Pak Jo; Lusi, Yahya, dan Rafi; Rizal; Wiwit, Yanto, dan Abdi; Bu Fariati; Riyanto; Anida dan Imam; Bu Herawati dan Pak Albertus; Bu Sulis, Pak Joko, dan Grace; Tini, Citra, Yuli, dan Tutik. kalibaru-159Rombongan berangkat dari KSU Pointer pukul 07.45, 15 menit lebih awal dari yang dijadwalkan. Sebelum berangkat, Riyanto, karyawan Bagian Umum KSU Pointer memimpin doa agar perjalanan bisa lancar dan selamat sampai tujuan. Bersama dengan Pak Heri, sopir dari Mujur Surya Tours and Travel, rombongan berangkat dengan menaiki bus yang berkapasitas 20 orang. Rute yang ditempuh adalah Malang-Singosari-Lawang-Purwosari-Pasuruan-Lumajang-Probolinggo-Jember-Kalibaru. Perjalanan diisi dengan mengobrol, tidur, mendengarkan musik, sms-an, dan ada yang mabuk perjalanan. losSampai di daerah Jember, kami melihat adanya bangunan besar yang unik. Ternyata bangunan tersebut adalah tempat untuk mengeringkan tembakau atau yang lebih dikenal dengan los. Pukul 12.20 rombongan tiba di Depot Jawa Timur untuk beristirahat dan makan siang. Pukul 12.50, rombongan melanjutkan perjalanan kembali menuju Kalibaru Cottages. Ketika sampai di Desa Garahan, Kabupaten Banyuwangi, jalan yang dilalui berkelok-kelok, kanan kiri tampak adanya hutan pinus dan perkebunan penduduk. Pukul 14.25 rombongan tiba di Kalibaru Cottages. Rombongan langsung disambut oleh para pramusaji yang membawakan Welcome Drinks, yang kali ini adalah jus semangka. Dalam waktu 10 menit, rombongan langsung bisa menuju kamar masing-masing. Pukul 15.35-16.45, rombongan mengikuti tour Mini Plantation di dalam hotel, yang dipandu oleh Pak Pairi. Dalam tour ini, rombongan melihat tanaman kopi, kakao, vanili, merica, cengkeh, serta pembuatan gula kelapa di dalam hotel. kalibaru-022Di tempat pembuatan gula kelapa tersebut, rombongan juga bisa memesan legen, minuman dari pohon kelapa, dengan harga Rp 10.000/1,5 liter. Legen tersebut biasanya diambilkan oleh penjualnya pada pagi hari langsung dari pohon kelapa. Pukul 16.45, rombongan bisa beristirahat, menikmati fasilitas hotel, atau berjalan-jalan di sekitar hotel. Pukul 18.00, rombongan menikmati makan malam di Mountain View Restaurant. Menu yang disediakan antara lain nasi putih, cah sayur, ayam, ikan laut, sup, acar, sambal, dan kerupuk. kalibaru-270Pukul 21.00, bersama dengan kelompok tour dari Belanda dan Perancis, rombongan menikmati sajian Tari Gandrung Jejer, Tari Macan, dan Tari Gandrung Dor. Anak dari Bu Sulis, yaitu Grace sempat dikejar oleh Macan. Acara ini berakhir pukul 21.30. Rombongan kemudian kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

kalibaru-007Hari kedua, tanggal 17 Agustus 2009, rombongan banyak yang mengisi pagi harinya dengan berolahraga. Riyanto, mengisi pagi harinya dengan lari-lari pagi mengelilingi hotel. Bu Herawati dan Pak Albertus, Anida dan Imam, Rafi, Abdi, Yanto, dan Yahya menikmati olahraga renang. Sejenak kemudian, Riyanto yang sudah puas berlari-lari bergabung untuk berenang bersama. Pukul 08.00, rombongan menikmati makan pagi. Menu yang disediakan antara lain nasi putih, nasi goreng, mie goreng, cah sayur, ayam goreng, telur rebus, sambal, kerupuk, roti bakar, dan jus buah. Pukul 09.00, rombongan kemudian mengikuti tour ke industri rumah tangga antara lain pembuatan dandang, kompor, wajan, mug, oven, dll, yang dipandu oleh Pak Kamto. Riyanto membeli sebuah mug stainless, Yahya membeli wajan, Bu Fariati membeli dandang, Bu Sulis dan Bu Herawati membeli berbagai macam peralatan dapur. Setelah puas melihat proses pembuatan dan membeli produk-produknya, pukul 09.00 rombongan menuju ke Stasiun Kalibaru untuk mengikuti tour lori. Dalam tour ini, rombongan dibagi menjadi 2 kelompok, yang masing-masing berisi 10 orang. Sambil menunggu kereta lewat dan lori dipersiapkan, rombongan melihat berbagai peralatan di dalam kantor petugas stasiun. Peralatan tersebut antara lain telegraf, penguat sinyal, telepon, dll. Pukul 10.40, rombongan pertama berangkat dari Stasiun Kalibaru menuju Stasiun Garahan. Jalan yang dilalui berupa ladang, bukit, dan jurang. Rombongan juga melewati 2 buah terowongan yang dibuat oleh Belanda. Rombongan pertama tiba di Stasiun Garahan pukul 11.30. Rombongan kemudian membantu petugas lori untuk memutar lori kembali ke arah Stasiun Kalibaru. Rombongan kedua kemudian berangkat dengan rute yang sama, sedang rombongan pertama menaiki bus kembali menuju Stasiun Kalibaru. Sebelum berangkat, rombongan pertama beristirahat sambil menikmati nasi pecel khas di daerah Garahan. Rombongan bersatu kembali di Stasiun Kalibaru pukul 12.45. Kemudian rombongan menuju ke Air Terjun Wonorejo untuk beristirahat dan makan siang. Untuk menuju ke sana, rombongan terlebih dahulu harus melewati jalan setapak, dan berjalan melalui 149 buah anak tangga. Di sana rombongan menikmati pemandangan dua buah air terjun yang indah sambil menikmati makan siang dengan menu nasi putih, kering tahu tempe, oseng-oseng sayur dan jamur, mie goreng, ayam goreng, sambal, dan pisang. Bagian Cara Hidup Tini Wulandari mengukur TDS air di Air Terjun Wonorejo yaitu sebesar 66 ppm. Pukul 14.20, rombongan melanjutkan tour mengunjungi tempat pembuatan tahu. Pembuatan tahu ini dilakukan secara tradisional, tanpa mesin, yaitu menggunakan alat giling manual. Rombongan sempat mencoba menggiling kedelai dengan alat giling kedelai tersebut. Pukul 15.30, rombongan kembali ke hotel. Acara diisi dengan berenang, mengobrol, melihat televisi, jalan-jalan, atau tidur di kamar. Pukul 18.00, rombongan menikmati makan malam dengan menu nasi putih, cah sayur, ikan laut, ayam bumbu kecap, sup, acar, sambal, dan kerupuk. Setelah itu ada beberapa anggota yang duduk-duduk di lobi sambil mengobrol. Salah satu anggota Bu Herawati dan Pak Albertus tampak mengobrol dengan turis dari Belanda. Keluarga Ibu Sulis menghabiskan waktu dengan bermain billiard, dengan harga sewa Rp 30.000/jam. Ada juga yang memilih kembali ke kamar. Pukul 19.30, rombongan menikmati tahu petis pesanan dari Ibu Herawati, yang dipesan melalui pemandu, yaitu Pak Kamto. Rasanya cukup enak. Pukul 20.00, rombongan menikmati coffee break dari hotel berupa pisang goreng keju, kopi, dan teh. Pisang gorengnya terasa enak, dipadukan dengan minum kopi/teh yang hangat. Pukul 20.30, rombongan kembali ke kamar untuk beristirahat.

Hari ketiga, 18 Agustus 2009, sebagian rombongan ada yang berjalan-jalan sambil melengkapi data ekspedisinya. Ada juga yang berolahraga lari dan renang, ada juga yang menghabiskan pagi harinya dengan menonton televisi di kamar, dan ada juga yang sibuk mencari legen di kebun hotel. Pukul 08.00, rombongan makan pagi dengan menu nasi putih, nasi goreng, cah sayur, rawon, mie goreng, telur rebus, roti bakar, acar, sambal, dan kerupuk. Disediakan juga jus buah campur yaitu jeruk, semangka, dan pepaya. Pukul 09.00, rombongan mengikuti tour ke kebun dan pabrik  karet, kakao, dan kopi. Tour yang semula menuju daerah Kendenglembu, akhirnya diubah ke Glenmore, karena keterbatasan waktu. Pada acara ini, anggota KSU Pointer Yuli, bertugas mengumpulkan berbagai macam daun, untuk dibuat herbarium. Di kebun karet, rombongan diajari cara menyayat karet, sehingga mengeluarkan getah. Beberapa rombongan juga ada yang sibuk mencari bunga karet, untuk ditanam di kantor. Setelah itu tour dilanjutkan ke kebun kakao. Di kebun ini, rombongan ditunjukkan jenis-jenis kakao, serta diberi tahu ciri kakao yang sudah matang. Akhirnya, beberapa rombongan, yaitu Wiwit, Bu Hera, Anida, Imam, dan Pak Kamto sibuk berkeliling kebun mencari kakao matang. Di tempat itu ditemukan 2 buah kakao jenis bulk yang sudah matang. Acara kemudian dilanjutkan menuju pabrik tempat pengolahan karet, kakao, dan kopi. Di tempat tersebut rombongan ditunjukkan macam-macam mesin yang digunakan untuk proses pengolahan. Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 11.30, rombongan memutuskan untuk kembali ke hotel. Tour ke kebun kopi tidak dilaksanakan karena waktu sudah tidak memungkinkan. Setiba di hotel, pukul 12.00, sebagian rombongan kembali ke kamar. Beberapa orang, yaitu Pak Jo, Rizal, Wiwit, Anida, Imam, Bu Fariati, Bu Herawati dan Pak Albertus, Riyanto, serta Tini berjalan ke tempat penjualan pisang agung. Jaraknya kurang lebih 50 m dari hotel. Pisang dapat dibeli dengan harga beragam, dari 13-20 ribu. Setelah itu rombongan kembali ke hotel untuk makan siang. Menu makan siang yaitu nasi putih, cah sayur, ayam, ikan laut, sayur asem, acar, sambal, kerupuk, dan es buah. Pukul 13.00 rombongan kembali ke kamar untuk bersiap-siap pulang. Pukul 13.30, rombongan check out dari hotel. Setelah semuanya beres, rombongan meninggalkan hotel pukul 14.00. Terlebih dahulu dipimpin doa oleh Riyanto. Di daerah Jember, perjalanan agak sedikit terhambat karena jalan dipakai untuk karnaval. Pukul 18.00, rombongan tiba di RM Bromo Asri untuk beristirahat dan makan malam. Menu yang disajikan antara lain nasi putih, cah sayur, ayam goreng, telur dadar, sup, acar, sambal, kerupuk, teh manis, dan es sirup. Pukul 19.00, rombongan melanjutkan perjalanan ke Malang, dan tiba di KSU Pointer pukul 20.40. Beberapa ide yang didapatkan dari rekreasi kali ini antara lain pembuatan herbarium (koleksi tumbuhan atau bagian tumbuhan yang diawetkan) dan acara rekreasi bersama yang mulai tahun depan mungkin akan diubah ke arah studi wisata.

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>