Wisata Lori Kalibaru-Garahan untuk Menikmati Keindahan Alam Gunung Gumitir

Wisata Lori di daerah Garahan merupakan salah satu wisata yang berada di daerah Banyuwangi dengan menikmati keindahan alam, salah satunya yaitu wisata agro Gunung Gumitir yang terdiri dari perkebunan kopi dan coklat, serta hutan pinus. Biaya untuk naik lori yaitu Rp 500.000.- (PP) dari Stasiun Kalibaru ke Stasiun Garahan dengan melewati Stasiun Mrawan.

kereta-loriwisata-loriWisata Lori Kalibaru-Garahan

Perjalanan lori dari Stasiun Garahan ke Stasiun Kalibaru merupakan tour yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Wisatawan dapat melihat langsung dan melintasi 2 buah terowongan yaitu terowongan Garahan dengan panjang 90 m yang selesai dibangun pada tahun 1902 dan terowongan Mrawan dengan panjang 980 m yang selesai dibangun pada tahun 1910. Kedua terowongan ini merupakan peninggalan Kolonial Belanda. Terowongan Mrawan merupakan terowongan kereta api terpanjang di Indonesia.

trowongan-garahantrowongan-mrawanTerowongan Garahan (kiri) dan Terowongan Mrawan (kanan)

Tidak hanya keunikan terowongan Garahan dan Mrawan saja yang dapat dinikmati dengan perjalanan lori ini, paket wisata ini merupakan paket wisata yang mengantarkan wisatawannya untuk menikmati keindahan agrowisata Gunung Gumitir yang merupakan perkebunan kopi dan coklat, serta agrowisata hutan pinus yang getah pinusnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan cat.

gunung-gumitirkebun-kopi-2

kebun-kopikebun-kopi-1Keindahan Agrowisata Gunung Gumitir

Selain itu, wisatawan dapat menikmati pemandangan yang indah sepanjang perjalanan dengan melintasi tikungan dan jembatan yang curam. Dari Stasiun Kalibaru sampai dengan Stasiun Garahan terdapat 11 jembatan dengan kedalaman yang curam. Salah satu jembatan terpanjang, memiliki panjang kurang lebih 178 m dengan kedalaman 63 m. Jembatan-jembatan tersebut merupakan hasil rancang bangun arsitek Belanda.

2009-08-17-3452009-08-17-269

2009-08-17-2952009-08-17-354Kondisi Lintasan Kereta Lori

Rombongan kami berjumlah 20 orang, sehingga harus dibagi menjadi dua kelompok yaitu 10 orang tiap kelompok. Kelompok pertama berangkat dari Stasiun Kalibaru menuju Stasiun Garahan dan kelompok kedua harus naik bis dulu ke Stasiun Garahan. Kelompok dua berangkat dari Stasiun Garahan menuju Stasiun Kalibaru dengan menggunakan kereta lori yang ditumpangi oleh kelompok satu, sehingga harus menunggu kelompok satu tiba di Stasiun Garahan.

2009-08-17-3722009-08-17-273

2009-08-17-3632009-08-17-358

Sambil menunggu kereta lori rombongan pertama, beberapa orang dari rombongan kedua menikmati nasi pecel khas Garahan yang harganya sangat terjangkau yaitu Rp 2.500.-/porsi. Dan yang lainnya melihat-lihat di kantornya Stasiun Garahan. Alat-alat yang digunakan masih alat-alat zaman dulu dan sangat sederhana, antara lain:

a)      Telegraf, mesin untuk mengirim dan menerima pesan pada jarak jauh.

b)      Telepon, alat untuk komunikasi jarak jauh.

c)      Morse, alat yang digunakan untuk menerima dan mengirimkan berita antar stasiun.

d)     Bel, digunakan sebagai tanda jika kereta api akan datang.

e)      Semboyan genta, alat yang digunakan sebagai pertanda:

  • Semboyan 55AI: Kereta api akan lewat ke jalur hilir. Satu kali rangkaian bunyi genta.
  • Semboyan 55AII: Kereta api akan lewat ke jurusan udik. Dua kali rangkaian bunyi genta.
  • Semboyan 55B: Semboyan penghapusan. Empat kali bunyi genta.
  • Semboyan 55C: Semboyan bahaya. Delapan kali rangkaian bunyi genta.
  • Semboyan 55D: Dinas berakhir. Tiga kali rangkaian bunyi genta.
  • Percobaan: Lima kali bunyi genta.

2009-08-17-0462009-08-17-231

2009-08-17-0482009-08-17-051

2009-08-17-0572009-08-17-049Beberapa Peralatan yang Digunakan di Stasiun Garahan

Sebelum rombongan pertama tiba di Stasiun Garahan, muncul kereta Mutiara dari arah Stasiun Kalibaru. Ternyata lori rombongan pertama baru berangkat setelah kereta Mutiara berangkat terlebih dahulu. Perjalanan lori melewati tiga stasiun, yaitu Stasiun Kalibaru, Mrawan, dan Garahan. Setelah rombongan pertama tiba di Stasiun Garahan, kereta lori ganti digunakan oleh rombongan kedua. Kereta diputar balik arah menuju Stasiun Kalibaru.

2009-08-17-0682009-08-17-069

2009-08-17-0682009-08-17-336Proses Pemutaran Balik Kereta Lori

Karena sebagian besar penduduk sekitar merupakan pengelola kebun kopi, maka wisatawan dapat melihat langsung proses pengeringan kopi. Sepanjang jalan yang dilalui, tepatnya di halaman-halaman rumah penduduk bahkan di pinggir-pinggir jalan terdapat proses pengeringan kopi. Pengeringan kopi dilakukan secara tradisional yaitu dipanaskan langsung di bawah terik matahari.

2009-08-17-2672009-08-17-262Proses Pengeringan Kopi

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>