Surat: Buku Soekarno
Menurut hemat saya, Bung Hatta sederhana orangnya, tagwa kepada Tuhan, berjiwa besar. Tawakal mendekat kepada Tuhan, taqwa dengan sendirinya, dan dalam praktik kehidupan berjiwa besar. Buktinya? Beberapa bulan sebelum meninggal, beliau mengirim surat pribadi kepada saya. Isi surat itu kira-kira begini “Kalau ada yang melarang buku-buku Soekarno, termasuk Kejaksaan Agung, saya heran. Saya tidak setuju, karena buku-buku Soekarno itu penting untuk perjuangan rakyat Indonesia, dan harus diketahui rakyat, untuk masa sekarang maupun untuk masa datang.” Inilah salah satu bukti jiwa besar beliau, walaupun dalam hal politik sering beliau berbeda dengan Soekarno.
Surat itu sempat beliau tulis sebelum meninggal. “Tambahan lagi, ajaran-ajaran Soekarno terutama “Di Bawah Bendera Resolusi” isinya sangat penting untuk diketahui rakyat Indonesia, sekarang ini atau nanti. Sesuai dengan keterangan Masagung, saya merasa heran dan saya tidak bisa berpendapat lain, pendapat saya rakyat Indonesia haruslah mengetahui isi buku-buku Soekarno,” demikian kata Bung Hatta dalam suratnya.
Bukankah ini pernyataan seseorang yang berjiwa besar? Saya harap generasi muda Indonesia, disamping membaca buku-buku Bung Karno, membaca juga riwayat hidup Bung Hatta serta karya-karyanya di sekolah-sekolah atau perguruan tinggi.
Rakyat tidak boleh melupakan sejarah, apalagi menentang atau menutupi kebenaran. Siapa yang menutup-nutupi kebenaran, mereka itu dholim menurut ajaran agama. Jadi, apa yang benar harus kita tampilkan, bukan hanya dibicarakan saja.
Masagung, Pribadi Manusia Hatta, Seri 9, Yayasan Hatta, Juli 2002


Leave a Reply