80% Kematian di Dunia Ada Hubungannya dengan Rokok
Menurut laporan terakhir dari organisasi kesehatan dunia, World Healt Organization (WHO), hanya 5% dari penduduk dunia yang peduli terhadap perlindungan dan dukungan antirokok. Sementara di negara-negara berkembang persentasenya lebih rendah, khususnya di Timur Tengah dan Afrika. Beberapa industri tembakau telah tumbuh kembang secara signifikan di negara-negara tersebut.
WHO juga melaporkan, 80% kematian di dunia ada pengaruhnya dari rokok. Sedangkan di negara-negara berkembang diperkirakan pada tahun 2030, 8 juta orang kematiannya akan berhubungan dengan penyakit yang disebabkan oleh rokok.
Dokter spesialis penyakit dada di rumah sakit King Faishal sekaligus pusat penelitian di Riyadh, dr. Abdullah Adlil’aan mengatakan mayoritas para pecandu rokok mengetahui akan pentingnya kesehatan mereka, namun sedikit sekali di antara mereka yang mengetahui hakekat rokok. Bagi seorang muslim, setelah berakhirnya bulan ramadhan mempunyai kesempatan untuk belajar meninggalkan rokok setelah sebulan penuh meninggalkan rokok pada siang harinya.
Supervisor umum program antirokok di Departemen Kesehatan Arab Saudi, dr. Ahmad Abdullah Baddah, mengatakan bahwa sangat mungkin sekali bagi para pecandu rokok untuk meninggalkan kebiasaan merokoknya setelah sekian hari ia belajar hidup yang lebih baik tanpa rokok, yaitu dengan berpuasa di bulan ramadhan. Karena, hal itu sangat penting dalam meningkatkan tingkat kesehatan.
Ia menambahkan, menurut studi terbaru yang dilakukan oleh WHO, merokok tidak meninggalkan efek apa pun bagi tubuh melainkan efek yang merugikan.
Leave a Reply