Agar Pemakaian Elektronik Tetap Irit
Semakin eratnya kehidupan manusia dengan peralatan elektronik di rumah merupakan sebuah solusi untuk mengimbangi mobilitas yang tinggi. Bagaimana tidak, peralatan elektronik ini membuat segalanya menjadi lebih mudah dan tidak perlu lagi membutuhkan banyak waktu. Mulai dari microwave, kulkas, pemanggang roti, water heater, oven, dan masih banyak lagi peralatan elektronik yang kini jamak ditemui untuk menunjang pekerjaan rumah tangga.
Contoh mudahnya, dengan adanya water heater, bagi Anda yang terbiasa menggunakan air panas tak perlu lagi menunggu memasak air. Waktu untuk menunggu ini dapat digunakan hal lain bukan? Begitu seterusnya. Kendati demikian, muncul sebuah permasalahan baru yaitu membengkaknya biaya pemakaian listrik di akhir bulan. Tenang saja, ada cara untuk menyiasatinya.
Berikan jarak antara kulkas dengan dinding dan jangan berdekatan dengan
barang elektronik lain yang juga menimbulkan panas seperti oven atau microwave. Dengan begini, udara panas dapat berputar dengan baik di sekitar bagian kondensornya. Udara panas yang “terjebak” akan meningkatkan pemakaian energi. Bersihkan pula kulkas dan bagian freezer secara teratur agar sistem operasionalnya dapat berjalan dengan baik sehingga tidak menyebabkan terjadinya pemborosan energi.
Sesuaikan kapasitas kulkas dengan makanan dan minuman yang disimpan di dalam kulkas. Bila terlalu penuh, sirkulasi suhu dingin di dalam kulkas tidak dapat berjalan dengan sempurna dan membuatnya bekerja lebih keras untuk menghasilkan energi dingin.
Demikian halnya dengan mesin cuci, jangan masukkan pakaian lebih dari muatannya dan takaran deterjennya juga harus tepat. Busa yang terlalu banyak akan membuat mesin bekerja lebih keras sehingga menghabiskan lebih banyak energi.
Saat memasak dengan menggunakan oven, jangan terlalu sering membuka tutup oven karena setiap kali dibuka suhu oven akan turun sebanyak 25 derajat. Sebaiknya gunakan pengatur waktunya. Periksa pula bila ada yang terbuka walau hanya sedikit pada pelapis pintu oven, agar udara panas tidak terbuang keluar.
Ingatlah bahwa api yang berwarna biru pada kompor gas menandakan bahwa kompor Anda bekerja dengan baik. Sebaliknya bila warna api terlihat berwarna kekuningan, menandakan kompor Anda membutuhkan beberapa perbaikan.
Tak hanya mampu menghemat energi, dengan perlakuan demikian, barang-barang elektronik Anda pun akan berumur panjang.
Sumber: Kumpulan Tips-tips Jitu Klasika Kompas, Sayang Barang Hemat Uang, hal 129-131
Leave a Reply