Aglaonema (Pesona Si Ratu Daun)
A. Mengenal Aglaonema
Nama aglaonema (Aglaonema sp) berasal dari Bahasa Yunani aglaos dan nema berarti benang (benang sari), dengan begitu agalonema dapat diartikan sebagai benang sari yang bersinar terang. Tanaman ini diperkirakan berasal dari negara Asia Tenggara atau Asia Selatan. Tanaman ini banyak kita jumpai di dataran rendah dan di kaki gunung daerah dataran sedang.
Di Indonesia dikenal dengan nama sebutan sri rezeki atau tanaman membawa keberuntungan. Nama tersebut diberikan karena sebagian orang menganggap tanaman ini dapat menghasilkan keberuntungan bagi pemiliknya. Cinese evergren adalah julukan aglaonema yang disematkan oleh orang Cina, sebagai orang pertama kali yang membudidayakan tanaman berdaun indah ini. Di Thailand, aglaonema dijuluki Siemese Rainbow atau pelangi dari Thailand.
- Kerajaan : Plantae
- Divisi : Magnoliophyta
- Sub kelas : BaseMonocots
- Ordo : Alismatales
- Famili : Araceae
- Sub famili : Araoidea
- Geneus : Aglaonemateae
a. Daun
Daun merupakan daya tarik utama aglaonema. Bentuk daun aglaonema memiliki banyak ragam. Ada yang berbentuk oval, lanset, menyerupai bentuk jantung elips, dan bahkan ada yang panjang. Berwarna merah tua, merah muda, hijau, hijau tua, kuning, atau jingga. Warna tersebut semakin menawan dengan bintik-bintik, belang, loreng, atau motif duri ikan.
b. Batang
Batang aglaonema ada yang pendek ada juga yang tinggi. Tergantung pada jenisnya. Batang tidak berkayu dan tertutup oleh pelepah daun-daun, warna batangnya putih, hijau, atau merah muda.
c. Bunga
Bunga aglaonema muncul di ketiak daun. Bentuknya bulat lonjong berwarna putih kehijauan, ditopang batang yang panjang. Bunga ini tersusun dalam sepadits dan tertutup dengan seludang bunga. Bunga aglaonema termasuk unik seksual yaitu alat kelamin jantan dan betina terdapat dalam satu bunga.
d. Akar
Akar aglaonema merupakan akar serabut. Warnanya putih bersih. Jika tanaman sakit, akar aglaonema akan kurus dan warnanya berubah menjadi kecoklatan dengan fungsi akar lain, akar aglaonema juga digunakan untuk menyerap unsur hara.
e. Buah
Sepintas, buah aglaonema mirip dengan buah kopi. Saat masih mudah, warnanya hijau tua. Di dalam buah terdapat biji yang di tumbuhan untuk menghasilkan aglaonema baru buah aglaonema setelah mencapai umur delapan bulan.
B. Perawatan Aglonema
1. Media Tanaman
Media tanam untuk menanam aglaonema harus porus (tidak mengikat air), bersih, steril, tidak terlampau lembap, serta memiliki air aerasi dan drainase yang baik. Ada jenis media tanam yang bisa untuk menanam aglaonema, diantaranya pakis, sabut kelapa, sekam bakar, pasir malang, dan kaliandra. Media ini tidak digunakan secara tunggal, tetapi dicampur dengan dua jenis media atau lebih.
Berikut ini komposisi media tanam aglaonema yang sering digunakan para hobis.
- Pakis, pasir malang, dan kaliandra .
- Pakis, sekam bakar, dan cocopeat.
- Sekam bakar, cocopeat, dan pasir.
- Cocopeat, sekam bakar, kompos, dan pasir.
- Cocopeat, sekam bakar, pupuk kandang, dan kompos.
- Sekam bakar, pupuk kandang, pasir.
Leave a Reply