Anak Minder Karena Gemuk?
Pertanyaan
Anak saya perempuan kelas 2 SD. Secara fisik tampak sangat gendut. Dia pernah didiagnosa dokter mengalami obesitas dan disarankan untuk diet. Tapi saya tidak tega memberlakukan diet yang ketat. Mungkin dampaknya adalah secara fisik dia tidak pernah tampak lebih langsing dan bahkan cenderung kelihatan semakin gendut saja.
Karena gendut, dia tampak tidak memiliki keseimbangan tubuh yang baik. Dia tidak lincah bergerak dan mudah terjatuh saat berlari. Dia juga mudah mengantuk saat harus berkonsentrasi. Apakah ini karena ia terlalu gemuk? Akibatnya, dia susah belajar dalam waktu yang agak lama. Mungkin karena inilah di sekolah prestasinya tidak bagus.
Saya berinisiatif mengikutkan dia beberapa les untuk meningkatkan prestasi belajarnya di sekolah, tetapi usaha ini tidak membuahkan hasil. Karena tergolong “bodoh” di sekolah, bertubuh gendut, dan tidak lincah bermain, anak saya jadi minder dan tidak suka berteman. Dia lebih suka tinggal di kelas jika istirahat sekolah dan tinggal di rumah bersama saya jika di rumah.
Saya ingin membesarkan hatinya agar dia bisa mengatasi rasa mindernya, tapi saya tidak tahu cara yang tepat. Karena, jika saya salah memilih kata untuk membesarkan hatinya, saya khawatir jika dia mempersepsi bahwa “bodoh” di sekolah atau bertubuh gendut itu tidak masalah. Padahal jelas sebenarnya itu masalah. Apalagi dia seorang anak perempuan. Tentu menjadi tidak cantik jika dia gendut sampai besar nanti.
Tanggapan
Perasaan ibu yang tidak tega memberlakukan diet ketat pada anak bisa dipahami. Untuk kepentingan terbaik anak, kadang orang dewasalah yang perlu meneguhkan hati dan di saat yang sama tidak mengambil hak anak, misal memberlakukan diet yang ketat tetapi tetap memenuhi gizi yang dibutuhkan anak. Pengaruh kondisi badan yang terlalu gemuk pada anak secara fisik, misal jadi mudah mengantuk, paling tepat dikonsultasikan dengan dokter. Namun, dari yang ibu uraikan kita bisa melihat masalah konkret yang sedang dialami anak, yaitu tidak memiliki keseimbangan tubuh, tidak lincah, mudah terjatuh, mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi sehingga prestasi belajar kurang baik, menjadi tidak percaya diri, dan menarik diri dari pergaulan.
Pada usia anak ibu, tekanan teman sebaya memang mulai menguat. Mereka memilih teman-teman yang sukses dalam permainan dan berhasil dalam prestasi belajar. Oleh karena itu, bagi anak-anak kelincahan memang diperlukan tidak hanya bagi kelancaran gerak tubuh itu sendiri. Lincah, gerak ke sana kemari, keseimbangan tubuh yang baik memberi efek senang, ceria, dan percaya diri pada anak, terutama karena mereka sukses dalam bermain.
Inisiatif ibu untuk mengikutkan anak pada beberapa les akademik sesungguhnya baik, namun bila tidak diikuti dengan mengatasi masalah yang sesungguhnya tentunya akan kurang berhasil. Solusi masalah kegemukan ini nampaknya harus tetap dilakukan dengan diet dalam pengawasan dokter. Ajak anak untuk berdiskusi bahwa menjadi gemuk memang suatu masalah. Bahas dalam sudut pandang yang netral dan bisa dipahami anak, misal, gemuk itu tidak sehat, jadi gampang lelah, sulit beraktivitas, serta sulit mencari baju yang nyaman dan disukainya. Hal tersebut penting agar anak tidak mempersepsi bahwa perempuan dihargai karena kecantikannya saja.
Libatkan anak dalam membuat rencana untuknya, misalnya dia bisa memilih satu jenis olahraga yang disukainya dan satu kegiatan/les, bukan akademik, tapi kegiatan yang sesuai dengan minat atau bakatnya. Tujuannya memberi kesegaran pada tubuh karena dia aktif bergerak dan perasaan senang karena diharapkan anak memiliki keterampilan tertentu yang membuatnya bangga dan bertemu dengan teman dengan minat yang sama. Minat yang sama akan mempermudah anak berkomunikasi dan dia bisa menemukan 1 atau 2 teman akrab saja tanpa harus terbebani berteman dengan banyak orang. Bila anak sudah merasa nyaman dan positif dengan dirinya, diharapkan hal ini mempermudah mengajak anak untuk mengatasi masalah yang lain, seperti prestasi belajar dan keterampilan berteman yang lebih luas.
Sumber: Seri Pustaka Famili, Tanya Jawab Problema Anak Usia Dini Berbasis Gender oleh Elga Andriana
padahal setiap orang tua pengen anaknya gemuk dan sehat…soalnya lucu…
Terimakasih atas kunjungannya. Memang benar sebagian diantara kita pasti akan merasa gemas dan senang ketika melihat seorang anak montok dan nampak menggemaskan. Kemudian kita akan merasa miris saat melihat seorang anak kurus walaupun dia lincah karena dianggap bakalan rawan terhadap penyakit. namun, di saat sekarang para ahli kedokteran menyatakan bahwa perlunya kewaspadaan orang tua terhadap anak yang mengalami kegemukan pada masa awal pertumbuhannya. hal ini disinyalir bahwa kegemukan dapat membawa risiko kesehatan tertentu serta menunjang masalah-masalah psikologis di masa dewasanya. Kecuali bayi ASI yang memang gizi alami dan biasanya bertahan hingga 2-3 thn.
Jadi, mitos yang mengatakan anak gemuk adalah anak sehat tidak selamanya benar,,,,dan kita harus tetap waspada,,,,,,,:(
Saya juga pnya maslah ma kegemukan,
alhamdulillah pRestasi disekolah saya cukup bagus dan sering dapat juara..tapi saya slalu minder untUk bergaul dg tman saya,saya lebh sering berada dirumah.apa solusi anda buat saya?