Aneka Ragam Wayang
Budaya tanah Jawa identik dengan wayang. Wayang sendiri ada banyak ragamnya. Ada wayang kulit, wayang krucil/glitik, wayang blawong, wayang golek, wayang gambyong, dan masih ada beberapa lainnya. Beragam jenis wayang ini bisa kita lihat jika berkunjung ke Festival Malang Kembali 2010, tepatnya di stan milik Bapak Raspan.
Bapak Raspan ini membuat sendiri wayang-wayang tersebut, selain itu beliau juga seorang dalang. Usaha pembuatan wayang ini sudah cukup lama, dimulai di tahun 1970-an. Selain wayang juga ada topeng, lukisan, dan laden. Harga wayang-wayang berbahan dasar kayu beragam, sekitar Rp 125.000 sampai dengan Rp 250.000. Tapi untuk wayang gambyong (khusus untuk pembukaan dan penutupan pentas wayang) hanya ada 2 dan sebenarnya hanya koleksi pribadi beliau.Usaha Bapak Raspan ini mendapat apresiasi yang bagus oleh dunia luar. Wayang-wayangnya sudah terjual ke luar negeri seperti Australia dan Jerman.
Jika wayang kulit menampilkan kisah pewayangan yang diambil dari Kitab Mahabarata, berbeda dengan wayang krucil. Wayang krucil menceritakan keadaan yang lebih dekat dengan kondisi saat ini. Salah satunya kisah perjuangan zaman penjajahan. Untuk membuat satu wayang krucil butuh waktu 5 hari dan dijual seharga Rp 150.000.
Koleksi yang juga cukup mencolok di sini adalah topeng. Topengnya terbuat dari kayu dan dijual seharga Rp 100.000. Satu topeng yang lebih mahal harganya karena merupakan topeng asli Jawa Timur-an yaitu topeng Gunung Sari. Topeng ini lebih halus dari topeng lainnya, harganya Rp 350.000.
Wah, kita memang mewarisi budaya yang sangat beragam. Bayangkan, wayang saja memiliki banyak jenis. Wayang-wayang yang saya temui di stan Bapak Raspan ini hanya beberapa diantara begitu banyak jenis wayang. Semoga budaya kita akan tetap lestari.






Leave a Reply