Batasi Menonton TV pada Anak untuk Mencegah Obesitas
Kegemukan pada anak biasanya terjadi karena beberapa faktor antara lain faktor genetik, faktor lingkungan, nutrisional, dan aktivitas.
Delapan faktor yang berhasil diidentifikasi para ahli sebagai faktor penyebab kegemukan adalah :
- Kegemukan pada orangtua
- Berat badan saat lahir
- Pada usia 3 tahun, menghabiskan 8 jam seminggu untuk menonton TV

- Pertambahan berat badan yang cepat hingga anak berusia 2 tahun
- Pertambahan berat badan yang cepat pada tahun pertama usia pada usia 3 tahun
- Waktu tidur kurang dari 10,5 jam setiap malamnya
- Ukuran tubuh saat usia 8 bulan dan 18 bulan
- Perkembangan yang dini dari lemak tubuh di usia pra sekolah, usia dimana yang seharusnya lemak tubuh belum meningkat
Para orang tua umumnya bahagia jika memiliki anak dengan berat badan
subur, dibanding anak berbadan kurus namun sehat. Penelitian yang dilakukan terhadap 9.000 anak mengungkapkan bahwa televisi merupakan salah satu dari delapan faktor risiko penyebab kegemukan yang telah teridentifikasi. Penelitian ini membuktikan korelasi antara kecanduan TV dengan obesitas pada anak. Hal ini disebabkan karena aktivitas anak menjadi sangat minim, karena sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan menonton di depan layar kaca, ditambah lagi dengan mengonsumsi makanan serta minuman pada saat melakukan aktivitas tersebut. “Menonton televisi itu berkolerasi dengan mengonsumsi makanan cepat saji dan minum soft drink, karena itulah yang diiklankan di televisi,” Washington Post, Rabu (5/3/2008).
Jumlah penderita obesitas kian lama kian meningkat. Bahkan dalam satu
dekade, peningkatannya mencapai 45 persen. Untuk itu, perubahan dari gaya hidup sangatlah penting. Modifikasi gaya hidup sejak dini yang dimulai sejak kehamilan ibu, bayi, hingga masa anak-anak akan mengurangi risiko kegemukan di kemudian hari. Disarankan, para orangtua lebih mengawasi dan membatasi waktu anak untuk TV, serta mendorong mereka untuk melakukan aktivitas yang menggunakan fisik seperti bermain petak umpet, bersepeda, dll.
Sumber: www.ayahbunda.co.id, www.detiknet.com, www.klikdokter.com
Leave a Reply