Berbagai Manfaat Ciplukan
Nama ilmiah: Physalis angulata L. Nama lokal: Morel berry (Inggris), Ciplukan (Indonesia), Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram), Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak), Leletokan (Minahasa).
2. Klasifikasi
Klasifikasi Physalis angulata L dalam sistematika tumbuhan menurut adalah:
Kingdom: Plantae
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledonnae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae
Marga: Physalis
Spesies: Physalis angulata L
3. Deskripsi Tanaman
Physalis angulata L adalah tumbuhan herba annual (tahunan) dengan tinggi 0,1-1 m. Batang pokoknya tidak jelas, percabangan menggarpu, bersegi tajam, berusuk, berongga, bagian yang hijau berambut pendek atau boleh dikatakan gundul. Daunnya tunggal, bertangkai, bagian bawah tersebar, di atas berpasangan, helaian berbentuk bulat telur-bulat memanjang-lanset dengan ujung runcing, ujung tidak sama (runcing-tumpul-membulat-meruncing), bertepi rata atau bergelombang-bergigi, 5-15 x 2,5-10,5 cm. Bunga tunggal, di ujung atau ketiak daun, simetri banyak, tangkai bunga tegak dengan ujung yang mengangguk, langsing, lembayung, 8-23 mm, kemudian tumbuh sampai 3 cm. Kelopak berbentuk genta, 5 cuping runcing, berbagi, hijau dengan rusuk yang lembayung. Mahkota berbentuk lonceng lebar, tinggi 6-10 mm, kuning terang dengan noda-noda coklat atau kuning coklat, di bawah tiap noda terdapat kelompokan rambut-rambut pendek yang berbentuk V. Tangkai benang sarinya kuning pucat, kepala sari seluruhnya berwarna biru muda. Putik gundul, kepala putik berbentuk tombol, bakal buah 2 daun buah, banyak bakal biji. Buah ciplukan berbentuk telur, panjangnya sampai 14 mm, hijau sampai kuning jika masak, berurat lembayung, memiliki kelopak buah.
4. Habitat, Penyebaran, dan Budidaya
Ciplukan adalah tumbuhan asli Amerika yang kini telah tersebar secara luas di daerah tropis di dunia. Di Jawa tumbuh secara liar di kebun, tegalan, tepi jalan, kebun, semak, hutan ringan, dan tepi hutan. Ciplukan biasa tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-1550 m dpl. Kultur tunas dapat tumbuh baik pada media MS dengan penambahan zat pengatur tumbuh BA dan IAA. Kadar dan perbandingan zat pengatur tumbuh untuk regenerasi kultur tunas agar diperoleh planttet adalah sebesar BA 3-4 ppm dan IAA 0,1 ppm.
5. Penggunaan di Masyarakat
Akar tumbuhan ciplukan pada umumnya digunakan sebagai obat cacing dan penurun demam. Daunnya digunakan untuk penyembuhan patah tulang, busung air, bisul, borok, penguat jantung, keseleo, nyeri perut, dan kencing nanah. Buah ciplukan sendiri sering dimakan untuk mengobati epilepsi, tidak dapat kencing, dan penyakit kuning.
6. Kandungan Kimia
Senyawa-senyawa aktif yang terkandung dalam ciplukan antara lain saponin, flavonoid, polifenol, dan fisalin. Komposisi detail pada beberapa bagian tanaman, antara lain: herba (Fisalin B, Fisalin D, Fisalin F, Withangulatin A), biji (12-25% protein, 15-40% minyak lemak dengan komponen utama asam palmitat dan asam stearat), akar (alkaloid), daun glikosida (flavonoid/luteolin), tunas (flavonoid dan saponin).
7. Perkembangan Penelitian
Sejak lama, ciplukan sebenarnya telah diteliti oleh para ahli dari berbagai negara. Penelitian tersebut biasanya terfokus pada aktivitas yang dimiliki oleh ciplukan. Dari penelitian yang telah dilakukan, baik secara invitro maupun invivo, didapatkan informasi bahwa ciplukan memiliki aktivitas sebagai antihiperglikemi, antibakteri, antivirus, imunostimulan dan imunosupresan (imunomodulator), antiinflamasi, antioksidan, dan sitotoksik.
Baedowi [1998] telah melakukan penelitian terhadap ciplukan secara invivo pada mencit. Dari penelitiannya tersebut, didapatkan informasi bahwa ekstrak daun ciplukan dengan dosis 28,5 mL/kg BB dapat memengaruhi sel β insulin pankreas. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas antihiperglikemi dari ciplukan.
Januario et al. (2000) telah menguji aktivitas antimikroba ekstrak murni herba ciplukan fraksi A1-29-12 yang terdiri dari fisalin B, D, dan F menunjukkan KHM (Kadar Hambat Minimum) dalam g.mL-1. Fisalin m menghambat mycobacterium tubercolosis H37Rv sebesar 32 B dan D murni menunjukkan nilai KHM dalam menghambat mycobacterium tubercolosis H37Rv masing-masing sebesar >g.mL-1 dan 32m128 g.mL-1. Diduga fisalin D berperan penting pada aktivitas antimikroba m yang ditunjukkan.
8. Beberapa Manfaat Ciplukan
a. Diabetes Mellitus. Bahan: tumbuhan ciplukan yang sudah berbuah dicabut beserta akar-akarnya dan dibersihkan. Cara membuat: dilayukan dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.
b. Sakit paru-paru. Bahan: tumbuhan ciplukan lengkap (akar, batang, daun, bunga dan buahnya). Cara membuat: direbus dengan 3-5 gelas air sampai mendidih dan disaring. Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari 1 gelas.
c. Ayan. Bahan: 8-10 butir buah ciplukan yang sudah dimasak. Cara menggunakan: dimakan setiap hari secara rutin.
d. Borok. Bahan: 1 genggam daun ciplukan ditambah 2 sendok air kapur sirih. Cara membuat: ditumbuk sampai halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit.
Sumber: http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com, http://www.iptek.net.id

Mohon buku-buku atau literatur tentang herba ciplukan.
Literatur buah ciplukan antara lain:
- Drs. H Arief Hariana, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya seri 1, penerbit Penebar Swadaya
- Thomas A.N.S., Tanaman Obat Tradisional 2, penerbit Kanisius, 1992
- dr. Setiawan Dalimartha, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4, penerbit Puspa Swara, 2007
Saya hanya berbagi pengalaman, sy dulu pernah sakit lever, sudah lama diopname sampai 3 bulan kemudian saya diberi petunjuk teman tentang tanaman ciplukan untuk dapat menyembuhkan liver. kemudian sy ikuti anjuran teman saya untuk meminum ciplukan. caranya : seluruh batang (akar dibuang), daun dan bunga di giling/molen sehingga hancur, kemudian di peras dan disaring sampai mendapatkan satu gelas (mentah). kemudian di minum. Karena rasanya pahit dan langur sehingga saya dampingi dengan air gula untuk menetralisir pahitnya. dan anehnya setelah mengkonsumsi sekitar 1 bulan liver saya sembuh bahkan SGOT/SGPT nya bisa di angka 11-13, dokter pun agak heran.
Yang bikin sy aneh pohon ciplukan itu pahit tapi bisa disemuti. Semoga pengalaman saya bermanfaat bagi rekan-rekan. Tapi setahu saya sekarang agak sulit mendapatkan tanaman ini.
Hai sang penulis saya mohon izin mengcopy dan posting di massugiwlsi blogspot.com biar banyak pembaca dan bermanfaat…terima kasih
Ciplukam (cimplukan dikampungku )tumbuhn yg kaya manfaat tapi tak mudah di dpt,ak prnah merasakn khasiatnya, klau km….
TERIMA KASIH ATAS ARTIKELNYA
Ciplukan buah kaya manfaat
Informasi yang sangat bagus untuk pengetahuan,makasih !
Di tempatku msh banyak pohon ciplukan, di pondok gede
literatur lebih lengkap..pleasee
nembe apal cecenet aya manfaatna…………
hebat deh…..
di daerah sy kalisari dulu banyak,skrg sdh gk ada,gimana caranya dapat pohonya ?
di musim hujan ini banyak sekali ciplukan tumbuh liar di pekarangan kebetulan aku pernah di diagnosa dokter kena tb hanya dengan melihat ronsen karena merasa tidak percaya aku periksa dahak dan darah di lain tempat dan ternyata hasilnya negatif dan aku memutuskan minum klorofil dan alhamdulillah batukku sembuh tapi aku merasa saat mau tidur nafasku sepertinya mengeluarkan suara krok krok aku berkesimpulan mungkin paru2 ku belum sehat benar aku ingin meneruskan pengobatan dengan ciplukan kalo boleh tau berapa hari maksimalnya apa aman di konsumsi jangka panjang mohon jawabanya terima kasih