Bernegosiasi Secara Efektif dengan Menggunakan Peta Pikiran
Biasanya, negosiasi selalu dilihat dengan sudut pandang “mereka versus kita”, “serikat pekerja versus manajemen”. Para peserta memasuki negosiasi lengkap dengan “daftar keinginan” mereka, kemudian marah dan kecewa ketika mereka tidak berhasil mencapai segala yang ada di dalam daftar itu. Jika kedua belah pihak memasuki proses negosiasi dengan cara seperti ini, pemecahan maksimal yang bisa dicapai hanyalah sebagian saja, dan tidak ada pihak yang benar-benar merasa puas.
Menyiapkan “daftar keinginan” seperti itu akan menutup semua kesempatan bagi pemikiran kreatif. Daftar keinginan ini bagaikan beberapa penghadang jalan yang menghadangi jalan masuk dan keluar sebuah kota. Namun, peta pikiran (mind map) membuat Anda bisa mempertahankan tujuan sekaligus bersikap sensitif sehingga mampu menangkap gambaran keseluruhan dari persoalan yang ada. Pada waktu bersamaan, pandangan Anda dan pandangan orang lain dapat dibuatkan peta pikirannya sehingga bidang-bidang yang sama bisa ditentukan sebagai dasar untuk bernegosiasi.
Tips agar berhasil dalam bernegosiasi:
1. Gunakan keheningan sebagai kesempatan positif. Jika terdapat jeda selama negosiasi, bukanlah tanggung jawab Anda untuk mengisinya. Beristirahatlah secara alamiah pada saat sementara otak merencanakan apa yang sebenarnya Anda pikirkan bisa sangat membantu Anda. Keheningan bisa jadi alat yang berharga-sambutlah dan gunakanlah.
2. Dengarkan dengan baik. Dengarkan dengan sungguh-sungguh orang yang bernegosiasi dengan Anda. Ini tidak berarti sekadar mendengarkan sehingga nantinya Anda dapat menanggapi perkataannya dengan pemikiran-pemikiran Anda. Jika Anda mendengarkan orang lain dengan baik, mereka akan balas mendengarkan Anda. Anda jadi bisa memahami pandangan mereka terhadap hal-hal yang telah Anda susun pada peta pikiran dengan lebih jelas. Hasilnya, negosiasi akan berlangsung dengan lebih sukses dan Anda berdua punya harapan lebih besar untuk memperoleh apa yang Anda inginkan.
Peta pikiran adalah satu-satunya alat yang Anda perlukan untuk mewujudkan apa yang Anda inginkan dalam negosiasi jenis apa pun. Jika sebuah peta pikiran digunakan oleh semua pihak ketika bernegosiasi, semuanya akan menerima keuntungan dengan menggunakan peta pikiran untuk menghasilkan negosiasi yang sukses.
Sumber: Mind Maps at Work, Tony Buzan
Leave a Reply