Berpisah untuk Bertemu Kembali
Sebagai orang yang tidak disukai Belanda, banyak orang menghindari Bung Hatta. Namun bagi saya bukanlah merupakan halangan, apakah Bung Hatta dibenci Belanda atau tidak. Saya tetap datang menemui beliau di penjara Glodok.
Beberapa waktu kemudian setelah Bung Hatta dibuang ke Boven Digul, beliau dan Bung Sjahrir dipindahkan ke Bandaneira. Ketika itu saya berada di Palembang. Keluarga mendengar bahwa beliau banyak memberikan pelajaran kepada kawan-kawan seperjuangannya di tempat pembuangan Boven Digul melalui korespondensi, maupun kepada masyarakat, terutama anak-anak, di Bandaneira. Maka ayah saya tertarik dan berniat mengirimkan saya ke Bandaneira, supaya saya juga bisa belajar pada Bung Hatta.
Sayang sekali niat itu tidak terlaksana oleh karena dilarang oleh residen Belanda di Palembang yang mengetahui bahwa saya masih punya hubungan keluarga dengan Bung Hatta. Sebaliknya, beberapa orang anak diizinkan pergi oleh residen.
Setelah Belanda menyerah pada Jepang, Bung Hatta yang sedang dalam pembuangan di Bandaneira kemudian dibawa kembali ke Jawa, langsung menuju Sukabumi. Di sinilah saya berjumpa kembali dengan beliau.
H.M.N.M. Hasjim Ning, Pribadi Manusia Hatta, Seri 1, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply