Berstrategi Melawan Belanda
Satu hari sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan oleh Soekarno-Hatta, saya yang bertempat tinggal di Cianjur pergi ke Jakarta, lalu mencari Bung Hatta. Setelah bertemu, kata-kata pertama yang saya tunjukkan kepada beliau adalah sebagai berikut, “Oom, bagaimana kita menghadapi Belanda setelah proklamasi ini? Pasti Belanda tidak begitu saja membiarkan kita merdeka. Kita tak punya senjata.”
Jawaban Bung Hatta tegas dan penuh keyakinan, “Ada macam-macam jalan! Kalau perlu, senjata kita adalah pemboikotan dan pemogokan!”
Saya juga mengantarkan Bung Hatta naik kereta api istimewa dari Jakarta ke Yogyakrta. Jakarta mulai tidak aman lagi sehingga Pemerintah Republik Indonesia terpaksa hijrah ke Yogya. Hijrah ini diawali dengan keberangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta serta keluarga masing-masing, pada awal Januari 1946, kemudian diikuti perpindahan para menteri secara bertahap.
Setiba di Yogya, Bung Hatta mengatakan, “Sebaiknya Hasjim tinggal di Yogya saja, tak usah kembali ke Jakarta”. Maka sejak itu beberapa waktu saya berdiam di rumah wakil presiden bersama keluarga Bung Hatta.
H.M.N.M. Hasjim Ning, Pribadi Manusia Hatta, Seri 1, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply