Bung Hatta dan Pemuda
Setiap orang sudah tahu betapa besarnya cinta Bung Hatta pada bangsa dan negaranya. Tiap hari dalam kehidupannya tidak pernah dilewatkannya tanpa memikirkan masalah-masalah yang timbul di negara kita ini.
Bila kita berkunjung ke rumah beliau di Jalan Diponegoro 57, pada jam 08.00, sudah dapat dipastikan bahwa Bung Hatta telah siap di ruang kerjanya dengan pakaian kemeja batik berlengan panjang. Di kantornya itu beliau memulai hari dengan membaca ataupun membalas surat-surat yang dikirim oleh berbagai instansi, organisasi, maupun perseorangan. Berbagai rencana diperbincangkan dengan sekretarisnya. Jadwal kedatangan tamu, rencana mengunjungi tempat-tempat tertentu sudah tercatat dalam buku jadwal kegiatan itu.
Membaca adalah salah satu kegemarannya. Buku, di mana-mana tampak buku. Berpuluh-ribu buku tersusun rapi di perpustakaan pribadinya di lantai atas rumahnya. Karena itu, tidak heran bila beliau selalu menganjurkan agar masyarakat rajin membaca. Anjuran ini terutama ditujukan pada kaum muda.
Pada setiap pidato yang diucapkan tanpa teks, ada dua hal yang selalu ditonjolkannya. Pertama tentang cita-cita kemerdekaan. Menurut Bung Hatta, kemerdekaan Indonesia mempunyai cita-cita agar bangsa Indonesia merdeka, berdaulat dan bersatu untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. Kalau generasi tua telah menyelesaikan tugasnya merebut kemerdekaan dan membentuk negara yang berdaulat dan bersatu, maka tugas generasi muda adalah membangun negara ini untuk mencapai masyarakat adil dan makmur itu.
Kedua, Bung Hatta selalu menganjurkan agar pemuda rajin belajar dan membaca. Pemuda-pemuda inilah yang kelak akan menggantikan generasi sekarang, memimpin negara ini. Karena itu haruslah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, memperluas cakrawala pandangan dalam setiap aspek kehidupan.
Merdias Almatsier, Pribadi Manusia Hatta, Seri 12, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply