Catatan Perjalanan
Saat-saat yang sangat berkesan padaku adalah pada tahun 1964, ketika aku untuk pertama kalinya pulang melihat Tanah Minangkabau, karena aku lahir dan dibesarkan di Jakarta. Kebetulan sekali saat itu Oom Hatta, kakak dari ibuku, bersama Pak Wangsa Widjaja, sekretaris beliau, juga berkunjung ke Ranah Minang, karena ada beberapa undangan. Aku beruntung dapat ikut berkeliling Sumatra Barat. Mula-mula ke Lubuk Sikaping menjemput oom yang datang lewat darat dari Medan. Pada hari-hari berikutnya aku ikut beliau ke Sawah Lunto, Singkarak dan juga ke Batuhampar.
Aku betul-betul salut akan kekuatan fisik pamanku yang ketika turun di Lubuk Sikaping kehujanan, sempat basah bajunya, kemudian meneruskan perjalanan ke Bukittinggi tanpa berganti pakaian dan sudah segar lagi keesokan harinya. Siap untuk bepergian lagi.
Selama ikut berkeliling itu, pada suatu kesempatan Oom Hatta menasihatkan agar aku membiasakan menulis apabila pulang dari suatu perjalanan. Tidak usah dengan bahasa yang indah-indah, kata beliau, cukup dengan bahasa sehari-hari seperti kita bercerita kepada seseorang. Sering aku teringat akan pesan yang baik itu, tetapi sampai saat ini belum juga aku coba.
Marhamah Djambek, Pribadi Manusia Hatta, Seri 3, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply