Dikecam, Promosi Rokok Tak Beretika
Komisi Nasional Perlindungan Anak mengecam bentuk-bentuk promosi rokok yang tak beretika. Selain mengabaikan etika juga membahayakan kalangan remaja yang belum mengenal rokok. Salah satu bentuk promosi yang dikecam adalah pembelian tiket pertunjukan untuk remaja yang kemudian mendapat “bonus” rokok. “Promosi semacam ini harus dihentikan”, kata Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi di Jakarta, Rabu (21/1).
Jumlah prevalensi anak dan remaja yang merokok terus meningkat. Dalam Survei Sosial Ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2001 dan 2004 menunjukkan terjadi peningkatan prevalensi anak-anak usia 15-19 tahun yang merokok. Tahun 2001 sebesar 12,7 persen dan 2004 meningkat menjadi 17,3 persen. Berdasarkan data Global Youth Tobacco Survey 2006 yang diselenggarakan Organisasi Kesehatan Dunia terungkap 24,5 persen anak laki-laki dan 2,3 persen anak perempuan berusia 13-15 tahun di Indonesia adalah perokok. Sekitar 3,2 persen di antaranya dalam kondisi ketagihan atau kecanduan. Sekretaris Komnas PA Aris Merdeka Sirait menambahkan, iklan dan sponsor rokok tanpa aturan jelas akan membahayakan remaja. Tercatat sekitar 4.000 jenis zat kimia yang terkandung dalam sebatang rokok, sekitar 69 zat di antaranya bersifat adiktif.
Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/22/01102151/dikecam.promosi.rokok.tak.beretika
Mau cara gampang dan mudah ….memberhentikan rokok.. tutup aja pabrik rokok.. kan sudah.. gitu aja koq repot.
Biar pemerintah juga gk kebagian pajak dari rokok.. masyarakat sehat.. siapa dulu yg ngasi izin ada pabrik rokok di indonesia.. gitu aja prinsipnya…
oce klo cuma mo buat alasan-2 gk ada gunanya…. cuma gaya-2 aja itu survey-2 buang2 waktu …udah basi..
ya, harus segera ditertibkan yang namanya promosi rokok, karena sudah sangat meresahkan, dan membawa impact buruk untuk generasi muda mendatang.