Ekspedisi Pointer: Pembuatan Gula Kelapa di Kalibaru Cottages
Minggu, 16 Agustus 2009 merupakan hari pertama kami (rombongan KSU Pointer) tiba di Kalibaru Cottages. Setelah beristirahat, pukul 15.35-16.45 kami mengikuti tour Mini Plantation di dalam hotel, yang dipandu oleh Pak Pairi. Di sini saya melakukan ekspedisi tentang pembuatan gula kelapa di Kalibaru Cottages. Tempat pembuatan gula kelapa dan perkebunan pohon kelapa dengan luas kurang lebih 2 hektar berada di area Hotel Kalibaru Cottages .
G
ula kelapa biasa disebut dengan gula jawa atau gula merah. Gula kelapa adalah gula yang dihasilkan dari penguapan nira pohon kelapa. Nira merupakan cairan bening yang terdapat di dalam mayang kelapa yang pucuknya belum terbuka. Nira didapatkan dengan cara penyadapan atau penderesan. Dalam satu hari, pohon kelapa yang dipanjat sebanyak 30 pohon. Pengambilan nira dilakukan pada pagi hari. Nira yang yang baik tidak berwarna, segar, manis, harum, dan agar tidak rusak nira ditambah sedikit kapur. Faktor yang mempengaruhi banyaknya nira adalah:
- Iklim: penyadapan pada musim penghujan, nira yang dihasilkan lebih banyak daripada musim kemarau.
- Umur tanaman: pohon kelapa yang muda menghasilkan nira lebih banyak dibanding pohon kelapa yang tua.
Proses pembuatan gula kelapa di Kalibaru Cottages:
- Nira yang telah diperoleh disaring kemudian dimasukkan dalam wajan. Satu wajan berisi 50 liter nira atau 10 dirigen yang berukuran 5 liter.
- Lalu nira dimasak menggunakan tungku kemudian pembakaran menggunakan kulit kopi yang sudah kering. Kulit kopi dibeli dari warga sekitar dengan harga Rp 10.000 per karung.
- Kemudian nira dimasak selama 7 jam tanpa diaduk, wajan ditutup dengan seludang (anyaman yang terbuat dari bambu dan tanpa tutup) kemudian sesekali diberi parutan kelapa agar tidak mengembang dan nira dimasak sampai mengental.
- Nira yang sudah mengental kemudian diangkat dan diaduk selama 1 jam. Proses pengadukkan dilakukan pada pinggir wajan dengan arah memutar.
- Jika sudah tercampur kemudian dicetak. Gula kelapa dicetak berbentuk setengah lingkaran yang berukuran besar dan kecil, kemudian didinginkan.
- Satu wajan menghasilkan gula kelapa kurang lebih 15 kg.
Proses pembuatan gula kelapa ini dilakukan setiap hari. Untuk gula kelapa yang berukuran kecil dijual dengan harga Rp 10.000 per kilo berisi 12 biji, sedangkan yang ukuran besar dijual dengan harga Rp 7.000 per kilo berisi 5 biji.
Setelah selesai, kami memberi saran sebaiknya mencetak gula kelapa tidak menggunakan plastik, mungkin lebih baik menggunakan tempurung kelapa atau bambu.
















Leave a Reply