Ekspedisi Pointer: Pulau Penyu
Hasil ekspedisi ke Pulau Bali, Sabtu 18 Juli 2009.
Pulau Penyu merupakan sebuah daratan di dekat Tanjung Benoa dimana penangkaran penyu dilakukan. Pulau Penyu dapat dicapai dengan menggunakan perahu motor (glass bottom boat) kurang lebih 15 menit dari Tanjung Benoa. Perahu motor yang bisa memuat 10 orang dewasa ini dapat disewa dengan biaya Rp 200.000 - Rp 450.000 atau Rp 20.000 - Rp 45.000 per orang untuk perjalanan pulang pergi Tanjung Benoa-Pulau Penyu. Bagian dasar perahu motor ini diberi kaca tembus pandang sehingga sepanjang perjalanan menuju Pulau Penyu kita dapat melihat ikan dan trumbu karang yang berada di bawah permukaan laut.
Perjalanan ke Pulau Penyu
Dengan biaya Rp 40.000 per orang, saya bersama beberapa pengunjung lain naik perahu motor dari Tanjung Benoa menuju Pulau Penyu. Air sedang surut, tinggi air di bibir pantai kira-kira hanya 1 meter, air juga tampak jernih. Pada saat air surut seperti ini pemandangan bawah laut bisa dilihat dengan jelas. Kira-kira berjarak 500 meter dari bibir pantai air bertambah dalam, tetapi masih cukup jernih untuk melihat pemandangan bawah laut. Perahu motor berhenti sesaat di tempat ini, sehingga para penumpang bisa memperhatikan ikan-ikan dan trumbu karang di sekitar perahu. Kunjungan saya sekarang ini lebih beruntung dari kunjungan saya satu tahun yang lalu. Tahun lalu saya tidak bisa menikmati pemandangan bawah laut karena air pasang dan ombak cukup besar sehingga air keruh dan tidak ada satu pun ikan yang menampakkan diri.
Sesaat kemudian perahu motor bergerak menuju Pulau Penyu. Dalam perjalanan menuju Pulau Penyu, saya dapat melihat kawasan Nusa Dua dengan kapal-kapal besar yang berlabuh di tepian pantai. Nusa Dua mulai berkembang sebagai kawasan wisata pada tahun 1974. Nusa Dua merupakan kawasan wisata terbaik di Pulau Bali. Pertemuan-pertemuan besar baik nasional maupun internasional sering diadakan di kawasan ini.
Tempat Penangkaran Penyu Deluang Sari
Karena air sedang surut perahu tidak bisa merapat ke tepian pantai. Kira-kira berjarak 500 meter dari tepian pantai, kami harus turun dan berjalan kaki menuju tempat penangkaran penyu. Air di bibir pantai setinggi lutut orang dewasa, pasir pantainya bercampur batu karang dan kerang-kerang yang sudah mati. Oleh pengendara perahu motor, kami diarahkan menuju tempat penangkaran penyu Deluang Sari, tempat berbeda dari yang saya kunjungi tahun lalu. Rupanya setiap pengendara perahu motor sudah punya kolega sendiri-sendiri sehingga kami tidak bisa memilih tempat penangkaran yang kami tuju. Untuk menyaksikan penyu-penyu dan binatang-binatang lain di Deluang Sari ini tidak perlu membayar tiket masuk. Pengunjung hanya diminta memberikan dana secara sukarela untuk membantu pemeliharaan berbagai binatang yang ada di tempat ini.
Di dekat pintu masuk Deluang Sari, saya melihat tiga bak yang berisi beberapa ekor penyu. Beberapa meter dari tempat ini saya jumpai sebuah kolam dangkal dengan air setinggi betis. Di ujung kolam ditumbuhi pohon-pohon kecil. Di kolam ini terdapat sekitar 30 penyu yang sudah dewasa. Saya melihat seputar tempat ini, tidak ada penyu lagi, ada beberapa binatang lain yang dipelihara seperti kelelawar, burung, dan ular. Beberapa wisatawan mancanegara sedang memegangi dan berfoto bersama binatang-binatang itu. Saya berada di Deluang Sari kurang lebih 10 menit. Tidak banyak yang bisa saya peroleh di tempat ini, berbeda dengan tempat yang saya kunjungi tahun lalu. Saya bermaksud ke penangkaran yang bersebelahan dengan Deluang Sari, tetapi pengendara perahu dengan wajah tidak ramahnya memanggil saya dan mengajak kembali ke Tanjung Benoa. Saya memohon sedikit waktu untuk mengambil foto, tetapi tetap tidak diperbolehkan. Saya kecewa sekali, tetapi mau tidak mau saya harus kembali ke Tanjung Benoa. Informasi lain mengenai Pulau Penyu saya gali dari pemandu wisata.
Perlindungan Terhadap Penyu
Penyu merupakan salah satu binatang langka yang dilindungi oleh UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, dan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Satwa dan Tumbuhan. Pemerintah sudah menetapkan enam jenis penyu yang tidak boleh diburu dan dikonsumsi, yaitu: penyu hijau (chelonia mydas), penyu sisik (eretmochelys imbricata), penyu lekang (lepidochelys olivacea), penyu tempayan (caretta caretta), penyu belimbing (dermochelys coriacea), dan penyu pipih (natator depressus).
Penangkaran Penyu Hijau di Pulau Penyu
Penyu hijau merupakan jenis penyu yang banyak terdapat di Pulau Bali. Penyu jenis ini pula yang ditangkarkan di Pulau Penyu. Di Pulau Penyu terdapat kurang lebih 5 tempat penangkaran penyu. Tempat ini dikelola oleh nelayan-nelayan di kawasan Tanjung Benoa secara sukarela dan swadana. Pernah juga mendapat bantuan dari World Wild Foundation (WWF) tetapi tidak berlangsung lama.
Penyu hijau makan rumput laut, penyu dewasa yang sudah berumur lebih dari 10 tahun bisa menghabiskan satu karung rumput laut setiap harinya. Nelayan bisa membeli satu karung rumput laut dengan harga Rp 10.000. Berarti banyak juga biaya yang dikeluarkan oleh Deluang Sari yang memiliki lebih dari 30 penyu dewasa dan beberapa penyu kecil (tukik). Saya salut sekali kepada para nelayan yang sudah berjuang untuk mempertahankan keberadaan penyu di Pulau Bali.
Penyu yang ditangkarkan di Pulau Penyu tidak diperjualbelikan atau dikonsumsi. Penyu dipelihara sampai beberapa waktu, kemudian dilepaskan kembali ke habitatnya. Telur penyu yang diperoleh dari tempat penangkaran atau alam bebas dimasukkan ke lubang pasir sedalam 60 cm. Pada musim panas telur-telur penyu ini akan menetas dalam waktu 40 hari, pada musim dingin telur akan menetas dalam waktu yang lebih lama, biasanya sampai 60 hari. Telur penyu yang menetas pada musim panas akan menghasilkan lebih banyak penyu betina, sebaliknya telur penyu yang menetas pada musim dingin akan didominasi oleh jenis penyu jantan. Anak penyu yang baru menetas akan dibiarkan sampai tali pusarnya kering, baru dimasukkan ke bak penampungan. Biasanya anak penyu ini dipelihara sampai berumur dua tahun kemudian dilepaskan kembali ke habitatnya.
Penyu Sebagai Pelengkap Upacara di Pulau Bali
Penyu hijau banyak diburu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab karena daging penyu hijau dapat dikonsumsi. Selain itu cangkang penyu juga dapat dimanfaatkan untuk hiasan dan cindera mata. Oleh sebab itu untuk melindungi dan menyelamatkan penyu hijau dari kepunahan, pemerintah melarang perburuan dan konsumsi jenis penyu ini kecuali untuk kepentingan tertentu seperti upacara Pedudusan Agung dan Macaru di Bali yang membutuhkan penyu hijau sebagai pelengkap upacara. Masyarakat yang menggunakan penyu untuk upacara harus menunjukkan surat rekomendasi dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar membutuhkan penyu untuk keperluan upacara, dan harus mendapat persetujuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Menurut perhitungan PHDI Bali, kebutuhan penyu untuk upacara di Pulau Bali hanya sekitar 110 ekor per tahun. Berdasarkan kesepakatan PHDI Bali, penyu yang akan digunakan untuk upacara tidak boleh diambil langsung dari alam dan penyu yang dipilih adalah penyu yang masih kecil berukuran kira-kira 40 cm.
Penyu dan Kura-kura
Waktu saya berada di Deluang Sari, seorang anak kecil menganggap penyu-penyu yang ada di sana sebagai kura-kura. Apakah penyu sama dengan kura-kura? Jawabannya adalah “tidak”. Penyu hidup di laut sedangkan kura-kura hidup di darat/air tawar, penyu mempunyai sirip sedangkan kura-kura mempunyai tangan yang ada jari-jarinya, kepala penyu tidak bisa masuk ke dalam cangkang/kerapas sedangkan kura-kura bisa masuk ke dalam kerapas.


















jam berapa waktu anda kesana?
pertama kali diberi harga berapa oleh pemilik perahu dan selanjutnya anda tawar manjadi 40 ribu rupiah pp Tanjung Benoa - Turtle Island ?
jika hanya berlima maka kita akan berbarengan dengan orang lain dalam satu perahu?
apakah bisa melakukan *snorkling* dalam perjalanan menuju pulau penyu?
terima kasih
Saya ke Pulau Penyu tengah hari sekitar pukul 12. Oleh pemandu, Saya langsung diarahkan untuk membayar seharga 40rb per orang untuk PP Tanjung Benoa-Pulau Penyu, kami kira memang harganya sudah segitu karena tahun sebelumnya saya juga mendapat harga yang sama jadi kami tdk menawar lagi. Pemilik perahu yang saya jumpai di bibir pantai menyarankan agar langsung menyewa perahu ke pemilik perahu sehingga bisa mendapat harga yang lebih murah. Menurut pengetahuan saya, pada hakekatnya yang dihitung sebenarnya bukan jumlah orang yang naik perahu, tetapi biaya sewa setiap perahunya. Jadi meskipun hanya berlima bisa saja berangkat sendiri ke Pulau Penyu asalkan membayar penuh sewa satu perahu. Apabila menyewa perahu langsung dari pemilik perahu, biaya sewanya bisa lebih murah, mungkin bisa 200.000 - 250.000 saja. Waktu saya ke Pulau Penyu, saya juga berpapasan dengan beberapa perahu yang hanya berpenumpang beberapa orang saja. Saya tidak melihat kegiatan snorkeling di sekitar Pulau Penyu. Kalau Sdr. Kania menginginkan snorkeling, coba saja tanyakan ke pemandu wisata atau pemilik perahu, mungkin mereka bisa memberi arahan atau informasi tentang area-area yang bisa digunakan untuk melakukan snorkeling.