Ekspedisi Pointer: Tanjung Benoa
Hasil ekspedisi ke Pulau Bali, Sabtu 18 Juli 2009.
Tanjung Benoa terletak di Kelurahan Tanjung Benoa Kecamatan Tanjung Benoa Kabupaten Badung, kira-kira 20 menit dari Kota Denpasar. Disamping dengan bus pariwisata, tempat ini bisa dicapai dengan menggunakan jasa transportasi taksi, sewa mobil, atau dengan menyewa motor, karena transportasi umum belum banyak tersedia. Seperti halnya memasuki pantai-pantai lain di Pulau Bali, untuk masuk ke kawasan pantai ini kita tidak perlu membayar tiket masuk, kita hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan.
Melewati tengah hari saya baru sampai di Tanjung Benoa. Tengah hari yang sangat panas untuk berada di tepi pantai yang berpasir putih ini. Melihat pemandangan pantai berpasir putih pada siang hari membuat mata dan kepala terasa sakit, mungkin karena silau. Di tepian pantai banyak perahu motor dan jetski sedang parkir. Siang ini memang sepi pengunjung, sehingga tidak banyak yang menggunakan jasa perahu motor atau sarana olahraga air lainnya. Hanya tampak beberapa orang yang sedang bermain jetski, parasailing, dan flying fish.
Pantai di Tanjung Benoa dikenal cukup tenang, sehingga pantai ini cocok untuk melakukan olahraga air (watersport). Olahraga air yang bisa dinikmati di pantai ini adalah jetski, parasailing, banana boat, flying fish, scuba diving, dan snorkeling. Olahraga air ini banyak dilakukan orang pada pagi hari hingga tengah hari, pada waktu air pasang. Setelah tengah hari air surut, pengunjung yang ingin melakukan olahraga air harus bergeser dari bibir pantai ke bagian laut yang airnya lebih dalam. Jenis olahraga berselancar (surfing) tidak ditemukan di pantai ini, ombak pantai yang terlalu kecil kurang cocok untuk olahraga ini.
Jetski merupakan olahraga air dengan mengendarai sebuah perahu mesin kecil yang mirip dengan sepeda motor. Dalam menjalankan jetski biasanya didampingi oleh seorang instruktur, hal ini bertujuan agar penggunaan jetski lebih aman, mengingat di Pantai Tanjung Benoa ini sangat banyak perahu dan aktivitas olahraga air lainnya yang memungkinkan terjadinya tabrakan.
Parasailing merupakan olahraga air yang menggunakan payung parasut sebagaimana terjun payung. Payung parasut tersebut ditarik oleh perahu motor sehingga pemakai parasut akan berada 10-20 meter di atas permukaan laut. Panjang tali yang menghubungkan parasut dengan perahu motor kira-kira 80 meter. Perahu motor akan membawa parasut berputar mengelilingi Tanjung Benoa. Waktu permainan dalam satu putaran kira-kira 4 menit.
Banana boat merupakan olahraga air dengan menggunakan perahu karet tunggal yang berbentuk seperti pisang. Perahu karet ini bisa memuat 4 orang penumpang dan 1 orang instruktur sebagai pendamping. Perahu ini akan ditarik oleh oleh perahu motor berkeliling pantai dalam waktu kurang lebih 15 menit.
Flying fish merupakan olahraga air yang baru di Pulau Bali. Olahraga ini menggunakan 3 buah banana boat yang dijadikan satu dengan menggunakan tambahan rubber boat melintang di bagian depan, dan sayap di bagian kanan dan kiri. Flying fish dimainkan oleh 2 orang yang berada di kanan dan kiri dibantu 1 orang instruktur yang berada di posisi tengah sebagai penyeimbang. Flying fish ditarik oleh perahu motor berkecepatan tinggi dengan arah berlawanan dengan arah angin sehingga flying fish akan terbang kira-kira 2 meter di atas permukaan air. Olahraga air ini sangat tergantung pada keberadaan angin. Jika pantai tidak berangin maka permainan ini tidak bisa dilakukan.
Scuba diving adalah wisata menyelam. Semua peralatan akan disediakan oleh pemberi jasa dan setiap orang akan didampingi seorang instruktur. Untuk melakukan kegiatan ini Anda tidak diharuskan untuk bisa berenang karena bagi yang tidak bisa berenang akan lebih mudah masuk ke dalam air. Sebelum menyelam, Anda akan diberi petunjuk dan pengarahan mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan menyelam. Setelah itu Anda akan diajak berwisata melihat indahnya pemandangan bawah laut kurang lebih 40 menit.
Snorkeling merupakan olahraga air dengan berenang sambil melihat pemandangan bawah laut dengan menggunakan peralatan tertentu. Untuk melakukan snorkeling, yang pasti Anda harus bisa berenang. Meskipun ditemani oleh instruktur, kalau Anda tidak bisa berenang tentu tidak akan bisa menikmati snorkeling.
Untuk menikmati banana boat kita harus mengeluarkan uang minimal Rp 50.000, sedangkan untuk bermain jetski kita harus mengeluarkan uang minimal Rp 80.000. Dengan tarif yang relatif murah ini kita sudah bisa menikmati olahraga air dalam waktu kurang lebih 15 menit. Harga yang relatif murah ini hanya bisa kita dapatkan kalau kita datang langsung ke bibir pantai dan bertemu langsung dengan pemilik fasilitas-fasilitas olahraga itu, tetapi jika kita mendapatkan fasilitas-fasilitas olahraga air ini melalui pemandu wisata (guide) atau orang-orang yang menawarkan fasilitas itu di tepi pantai, harganya bisa menjadi dua kali lipat. Hal ini saya buktikan sendiri ketika saya berjalan di bibir pantai sambil menunggu perahu motor yang akan membawa saya ke Pulau Penyu. Pemilik perahu motor yang berada di bibir pantai itu menawarkan harga Rp 20.000 per orang untuk naik perahu motor ke Pulau Penyu, padahal di tepi pantai saya sudah membayar Rp 40.000 per orang. Pemilik perahu motor yang masih berusia muda itu menjelaskan kalau harga yang ditawarkan guide memang lebih mahal, bahkan dua kali harga yang bisa didapat dari pemilik sarana olahraga tersebut.





















Leave a Reply