Encyclopaedie
Sebagai seorang yang gemar akan perkembangan baru suatu ilmu pengetahuan, maka Ayah senantiasa rajin sekali membaca. Salah satu kesenangan beliau adalah menulis buku pengetahuan. Selain itu, Ayah juga merupakan seorang guru bagi kami. Sejak saya masih di sekolah dasar, Ayah sudah mengajari bagaimana cara memeriksa kebenaran data dari encyclopaedie. Sering kali peristiwa dan tahun-tahun kejadian yang tertera pada buku sejarah dunia kami tidak jelas betul, sehingga encyclopaedie-lah tempat pengecekannya.
Baik Ayah maupun Ibu senang dengan sejarah. Maka semenjak kami masih di SD, mereka sudah banyak bercerita mengenai berbagai kisah sejarah dunia, sehingga kami sudah banyak mengetahui cerita-cerita sejarah dunia sebelum kami memasuki SMP. Sebetulnya kami tidak terlalu membutuhkan encyclopaedie, sebab daya ingatan Ayah akan sejarah dunia sangatlah mengagumkan. Ayah hafal sekali suatu peristiwa sejarah lengkap dengan tahun kejadiannya dari zaman-zaman sebelum Masehi, seperti sejarah Yunani Kuno, Mesir Kuno, zaman Abad Pertengahan seperti masa Renaissance, dan masalah sejarah Prancis. Pendek kata, segala hal-hal penting sebelum abad ke-20 hingga situasi dunia terakhir.
Bagi kami, kepandaian Ayah sangatlah mengagumkan. Bahkan ilmu pasti pun juga Ayah kuasai dengan baik. Buat kami, Ayah adalah manusia serba plus.
Sering juga kami mengatakan secara terang-terangan rasa kekaguman kami pada Ayah. Mendengar pujian itu, biasanya Ayah hanya tersenyum saja dan kembali menasihati kami untuk terus-menerus belajar. Menurut Ayah, meskipun seorang telah mencapai gelar sarjana, bila ia tidak aktif mengikuti perkembangan ilmu baru, maka orang itu akan terbelakang. Itulah sebabnya mengapa Ayah gemar sekali membaca. Baik buku ilmiah ataupun koran-koran. Di rumah, kami mempunyai selusin jenis koran setiap harinya. Rata-rata para penerbitnya yang mengirimkan secara gratis setiap hari. Tidak saja koran-koran Jakarta, tetapi juga dari luar kota, luar pulau, bahkan The Times yang senantiasa kami peroleh dari Kedutaan Besar Inggris.
Gemala Rabi’ah Hatta, Pribadi Manusia Hatta, Seri 2, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply