Jajanan Pasar Tempoe Doeloe
Selalu ada hal menarik di setiap stan yang saya kunjungi, setiap stan menyajikan keunikannya sendiri-sendiri untuk menarik perhatian para pengunjung yang lewat. Ada stan pakaian, barang-barang antik, berbagai macam kerajinan, dan lain-lain.
Ini nih… stan menu yang satu ini makanan favorit saya, jajan pasar. Siapa yang tak kenal dengan jajanan tradisional ini? Rasanya yang gurih dan legit membuat para penggemarnya terus memburu keunikan kelezatannya. Jajan pasar ini isinya macam-macam. Ada cenil, lupis, horok-horok, bledus, tiwul, klepon, sawut singkong, ketan hitam, ketan putih, ijo-ijo, ireng-ireng, gatot, dan entah apalagi namanya.
Setelah ditata sedemikian rupa jajanan ditaburi kelapa parut, juga diberi taburan gula pasir. Tapi saya lebih suka memakai juruh yang terbuat dari gula merah karena rasanya lebih nikmat dan mak nyus.
Sekarang jajan pasar ini status sosialnya sudah naik kelas…. tidak cuma ada di pasar-pasar becek tapi jajan pasar mulai tampil di acara-acara yang lebih elit seperti resepsi perkawinan di gedung-gedung yang cukup mewah.
Semoga saja j
ajanan ini tidak sampai punah… biar murah meriah dan sangat merakyat, ini menunjukkan kreativitas dari kaum ibu yang boleh dibilang miskin/kelas bawah…, tapi mampu mengolah sumber bahan pangan sedemikian rupa sehingga menjadi menarik saat disajikan dan enak saat dinikmati.
Leave a Reply