Jamur Kuping Sebagai Penawar Racun & Makanan Herbal
Dari segi gastronomik maupun organoleptik, yaitu rasa, aroma, dan penampilan saat dihidangkan di meja makan jamur kuping kalah jauh dibandingkan jamur merang dan jamur kancing. Namun jamur yang juga dikenal dengan nama lember, hiratake atau mouleh ini, dikenal sebagai bahan makanan yang berkhasiat obat dan penawar racun.
Jamur kuping dalam ramuan sup bisa menjadi pengental karena lendir yang dikeluarkannya saat dimasak. Lendir inilah yang dapat menjadi penawar seandainya di dalam bahan-bahan sup lainnya terbawa senyawa beracun yang berasal dari residu pestisida, deterjen, ataupun logam berat yang membahayakan.
Bahkan, ada yang percaya, lendir jamur kuping dapat menindakaktifkan kolesterol. Berdasarkan anggapan ini, masyarakat China tidak pernah mengurangi makanan berkadar lemak tinggi umumnya penyebab kolesterol karena senyawa dalam lendir jamur kuping akan menetralkannya. Saat ini kehadiran lemak tinggi dalam makanan dikaitkan dengan peningkatan kolesterol darah dan menyebabkan serangan jantung.
Ada minimal enam jenis jamur kuping kalau dilihat dari bentuk, ketebalan, dan warna. Jamur ini banyak ditemukan di alam terbuka, khususnya di hutan yang lembab atau dataran tinggi, dengan tubuh buah kecil (sering disebut jamur kuping tikus) atau tubuh buah besar dan melebar (sering disebut jamur kuping kambing atau gajah). Kedua jenis tersebut, digemari pembeli karena memiliki warna lebih terang dan rasanya lebih enak. Ada pula jenis jamur kuping dengan tubuh buah tebal dan lebar, tetapi rasanya sedikit kenyal atau alot, sehingga kurang disenangi. Untuk memasaknya perlu diiris kecil-kecil.
Jamur kuping selain untuk ramuan makanan, juga untuk pengobatan. Misalnya, untuk mengurangi panas dalam dengan cara merendam di dalam air bersih semalam, kemudian air rendamannya diminum. Ada pula yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit pada kulit akibat luka bakar, dengan cara mengompreskan air rendaman jamur kuping.
Seorang peneliti Amerika, Dr Dale Hammerschmidt dari Minnesota Medical School mengatakan, jamur kuping jika disajikan dalam menu makanan sehari-hari berkhasiat melancarkan peredaran darah dalam tubuh. Dalam ilmu pengobatan tradisional Cina, jamur kuping berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Menurut Prof Hung Zhao Guang, dalam makalahnya tentang gaya hidup warga usia pertengahan dan lanjut usia yang dialihbahasakan oleh Suryono Limputra di Perkumpulan Pancaran Hidup Jakarta, jamur kuping sangat bermanfaat bagi pengobatan jantung koroner. Hung mengungkapkan, jamur kuping hitam berkhasiat menurunkan kekentalan darah dan menghindari penyumbatan pembuluh darah, terutama di otak. Kekentalan darah ini dapat diatasi dengan mengonsumsi jamur kuping setiap hari sebanyak 5-10 gram. Jadi, satu kilogram jamur kuping bisa dikonsumsi dalam 100-200 hari.
Namun demikian, tidak semua jamur kuping dapat dikonsumsi. Menurut para ahli kuliner, hanya ada dua jenis jamur kuping yang tidak mengancam kesehatan, yaitu:
Jamur Kuping Hitam (Auricularia polytricha, dour ear mushrooms). Berbentuk seperti daun telinga, berwarna hitam keunguan, tumbuh pada kayu yang basah dan lembab. Jenis jamur ini banyak dibudidayakan di China, Thailand, dan beberapa negara kawasan Asia Timur.
Jamur Kuping Merah (Auricularia auricula judae). Berukuran lebih besar dari jamur kuping hitam, dan warnanya agak kemerahan. Jenis ini paling umum dibudidayakan di Indonesia, Malaysia, dan kawasan Asia Tenggara.
Sumber:
Ali Khomsan (Guru Besar Pangan dan Gizi IPB), Sehat dengan Makanan Berkhasiat, PT Kompas Media Nusantara, Jakarta, 2006
http://www.indonesiaindonesia.com/f/7669-jamur-kuping-hindari-penyumbatan-pembuluh-darah/
gan,aku jg usaha jamur nih…..
mau minta bantuan.Gmna cara pemasarannya….
mohon bantuan y…