Jeruk Bali
Bentuk dan rasanya yang khas membuat jeruk bali memiliki ciri tersendiri, bahkan bagi sebagian besar anak-anak di pedesaan menggunakan kulitnya untuk dibuat mainan. Daging buahnya banyak mengandung air, dapat langsung dimakan setelah dikupas atau sebagai campuran salad maupun rujak. Di negara Vietnam, bunganya yang harum digunakan untuk membuat parfum. Bukan hanya itu, kayu dari pohonnya juga sering dimanfaatkan untuk gagang perkakas alat dapur.
Jeruk bali memiliki kelebihan lain dibandingkan dengan jeruk-jeruk lainnya, hal ini disebabkan karena kandungan pektin dalam jeruk bali lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk yang lainnya. Pektin inilah yang dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol sekaligus mengurangi risiko sakit jantung. Kandungan yang terdapat dalam jeruk bali antara lain:
Likopen
Kandungan likopen pada jeruk bali cukup tinggi, yaitu 350 mikrogram per 100 gram daging buah. Jika bersinergi dengan betakaroten (provitamin A) yang banyak terdapat pada jeruk bali, maka likopen bisa berperan sebagai antioksidan.
Pektin
Jeruk bali mengandung pektin jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya setelah dijus. Satu porsi jus jeruk bali mengandung lebih dari 3,9 persen pektin. Setiap 15 gram pektin dapat menurunkan 10 persen tingkat kolesterol.
Zat aktif pembersih darah
Jeruk bali dipercaya mengandung zat aktif yang dapat membersihkan sel
darah merah yang telah tua di dalam tubuh dan menormalkan hematokrit. Hematokrit yaitu persentase sel darah per volume darah. Tingkat hematokrit normal pada wanita adalah 37-47 persen, sedangkan laki-laki 40-54 persen. Rendahnya hematokrit akan menyebabkan anemia, tetapi jika sangat tinggi dapat memicu penyakit jantung karena darah jadi mengental.
Vitamin C
Seperti jenis jeruk yang lainnya, jeruk bali adalah sumber vitamin C (350 mikrogram per 100 gram daging jeruk). Vitamin C sangat baik sebagai sumber antioksidan dan juga untuk menjaga kesehatan gusi.
Selain itu jeruk bali juga merupakan sumber kalium, vitamin A (440 IU), bioflavonoid, dan likopen (350 ug/100g). Hasil penelitian, menyatakan bahwa jeruk bali termasuk antikanker yang sekaligus menyehatkan prostat. Daging jeruk Bali yang berwarna merah disinyalir lebih efektif menurunkan kadar lemak darah, khususnya trigliserida. Bahkan ekstraknya pun mengandung antibakteri dan antioksidan yang dapat melancarkan sistem lambung. Nah, begitu banyak manfaat dari jeruk bali bagi kesehatan, jadi jika Anda sedang belanja buah-buahan, jangan ragu lagi untuk memasukkan jeruk bali dalam daftar belanja Anda.
Sumber: http://community.siutao.com
KEREN KOK TAPI MENURUT Q SIH MASIH BLM LENGKAP BANGET .
MAKSUD NYA Q CUMA RANGKUMAN DARI JERUK BALI