Kamus Osob Kiwalan (Bahasa Terbalik) ala Pako
Perjalanan di Festival Malang Kembali kali ini belum selesai meskipun hari semakin sore dan pengunjung berjubel memadati sepanjang Jl. Ijen. Bicara Malang tidak akan lengkap kalau tidak berbicara juga tentang bahasa khas Malang.
Di stan Pako Sekolah Kartun memberi informasi tentang bahasa malangan, Mbak Erly Christiana menunjukkan Kamus Osob Kiwalan (Boso Walikan). Kamus ini dijual dengan harga 2.000/buku. Menurut informasi ”Bahasa walikan (Bahasa terbalik) ini lebih sering dipergunakan oleh kalangan anak muda di Kota Malang. Asal muasal bahasa walikan ini dimulai pertama kali ketika jaman perjuangan Gerilya Rakyat Kota. Pada saat itu bahasa walikan dipergunakan sebagai alat komunikasi untuk menjamin kerahasiaan, efektifitas sesama pejuang dan juga identitas untuk mengenal kawan ataupun lawan. Dengan kata lain bahasa walikan ini menjadi kata sandi bagi para pejuang pada masa itu, walaupun sebenarnya bahasa walikan bukanlah kata sandi karena bahasa ini lebih kaya perbendaharaan kata daripada kata sandi dan tidak terikat pada aturan-aturan baku, selain itu bahasa walikan juga tidak mengikuti istilah yang umum dan baku, sehingga sulit dipahami dan dimengerti bagi orang awam. Bahasa walikan dipergunakan karena pada saat itu banyak sekali mata-mata Belanda yang dapat menggunakan bahasa Jawa, jadi dengan penggunaan bahasa walikan akan mengeliminir bocornya rencana perjuangan para gerilyawan ke tangan penjajah Belanda.” Sampai dengan saat ini penggunaan osob kiwalan kera ngalam (bahasa terbalik anak muda Malang) masih terus dipergunakan.
Kamus ini terdiri dari kosakata sehari2 yang dipakai warga asli Arema, yang terdiri dari unsur bahasa kiwalan (terbalik) yang berakar dari bahasa Jawa dan Indonesia, bahasa prokem (slanga bukan walikan) dan dialek lokal. Ingat, tidak semua kata bisa dibolak-balik semaunya, karena sudah jadi baku dalam percakapan sehari-hari, disamping itupun kata-kata lokal Malangan yang bukan walikan (terbalik) juga banyak dipakai. Jangan coba-coba membuat walikan (terbalik) sendiri, karena bisa-bisa Anda dianggap sebagai makhluk planet luar.







Leave a Reply