Kehidupan Istana Yogya
Waktu Pemerintah Republik Indonesia pindah ke Yogya, kami pun tinggal di Istana Wakil Presiden. Di sana saya betul-betul memperhatikan Bung Hatta dalam kehidupan sehari-hari. Tak usah diceritakan lagi bagaimana cara ia bekerja, karena sudah diketahui umum. Tidak kenal waktu maupun lelah. Bekerja dan rapat sampai jauh malam merupakan hal yang biasa. Tetapi kami selalu makan bersama, dan itulah waktu yang sangat menyenangkan. Seluruh keluarga berkumpul dan kami berdiskusi mengenai apa saja. Bung Hatta selalu menjawab pertanyaan, juga dari kami yang masih remaja. Ia guru yang baik. Saya senang bila ia menerapkan sesuatu, biasanya tentang politik, keadaan negara atau dunia. Semua diutarakan dengan jelas.
Sering Bung Hatta mengajak tamunya untuk santap siang kalau kebetulan sudah waktu makan. Maka terjadi percakapan-percakapan yang paling menarik. Seingat saya, sekurangnya tiga kali seminggu ada yang diajak makan siang atau juga malam. Walaupun namanya istana Wakil Presiden, seiring orang datang begitu saja dan langsung diajak makan. Kehidupan kami di Yogya menyenangkan walaupun tidak mudah. Kawan lebih dekat, berlainan dengan di Jakarta di mana hidup selalu diatur oleh protokol.
“Raharty Subijakto, Pribadi Manusia Hatta, Seri 1, Yayasan Hatta, Juli 2002″
Leave a Reply