Liburan di Prancis
Pada waktu liburan di musim panas (zomervacantie), para mahasiswa Indonesia di Belanda sedapat mungkin berlibur ke luar, biasanya yang dipilih adalah Prancis dengan ibu kotanya Paris. Pilihan atas Prancis ada maksudnya, yaitu di tahun-tahun dua puluhan Prancis terkenal sebagai salah satu negara termurah di Eropa, ditambah pula bahwa rakyatnya yang bersemboyan liberte, galite, fraternite (kebebasan, kesamaan, kesaudaraan), bersikap sangat simpatik dengan penuh keramah-tamahan. Bagi mereka tidak ada perbedaan antara orang-orang berkulit putih, hitam, coklat, atau kuning. Semua sama.
Paris sendiri merupakan suatu kota besar, apa saja yang dicari, serba ada. Untuk bersuka-ria dengan cara apa pun, kesempatan senantiasa tersedia. Tetapi sebaliknya, mereka yang mencari ketenangan, dapat menemukannya juga di Kota Paris itu. Misalnya, bilamana kita memasuki perpustakaan, hilanglah suara gemuruh kota besar dan suasana sunyi dan tenang yang kita hadapi. Di antara mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda ada beberapa yang berlibur di Paris justru untuk mempersiapkan ujian mereka. Tentu gedung-gedung perpustakaan itu menjadi tempat-tempat langganan Bung Hatta bila ia berada di Paris.
Meskipun demikian, Bung Hatta tidak pernah menjadi perusak acara (spelbreker). Artinya, jika acaranya berkunjung ke tempat hiburan, ia tidak mangkir dan selalu ikut. Di tempat-tempat itu ia menghiburkan diri dengan meneliti dan mempelajari bagaimana masing-masing orang mencari hiburan dengan caranya sendiri-sendiri.
Liburan di luar Negeri Belanda digunakan juga untuk mengikuti cours des vacances, yaitu kuliah-kuliah di waktu liburan musim panas yang disediakan oleh universitas-universitas besar di kota-kota tertentu, seperti Grenoble, Lyon, Paris sendiri, dan lain-lain. Pada kesempatan itu, kami mahasiswa Indonesia dapat menjalin hubungan dengan mahasiswa seperti dari India, Indo-Cina, negara-negara Arab dan mahasiswa progresif dari negara-negara Barat.
Di sini Bung Hatta bertemu dengan rekan-rekan pemuda pejuang, berdiskusi dengan mereka, merencanakan strategi perjuangan untuk kemerdekaan negaranya. Di antara mereka yang masih saya ingat adalah Jawaharlal Nehru.
Ichsan, Pribadi Manusia Hatta, Seri 5, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply