Lukisan Kain Jarik
Jarik merupakan selembar kain panjang bermotif batik yang biasanya berukuran 2x 1 meter. Dalam busana tradisional, kain ini biasanya dipakai sebagai bawahan, sebagai setelan baju kebaya. Tetapi masyarakat sekarang lebih kreatif dalam memanfaatkan kain jarik ini menjadi berbagai macam bentuk dan model sesuai kebutuhan, antara lain menjahitnya menjadi baju, rok, celana panjang, dan sebagainya.
Berbeda dengan masyarakat pada umumnya, di tangan Sonny Yuanda, kain jarik ini disulap menjadi lukisan bernilai seni tinggi. Pemilik kerajinan jarik LURIK ANTIF yang biasa dipanggil Mas Sonny ini mengawali karirnya sebagai pelukis suryalis realis. Selain melukis ia juga menggarap dekorasi untuk pernikahan. Berawal dari sinilah ide kreatifnya muncul. Ia mulai menuangkan jiwa seninya dengan membuat lukisan kain jarik. Karena lukisan ini unik dan masih langka, maka karya seni ini cepat sekali mendapat respon positif dari masyarakat luas, apalagi setelah Mas Sonny memperkenalkannya kepada masyarakat dengan mengikutkan hasil karyanya pada Festival Malang Kembali II tahun 2007. Mulai tahun 2007 tersebut seniman muda Kota Malang ini mulai fokus menggarap lukisan jariknya. Setelah itu, hasil karyanya rajin diikutkan pameran, di antaranya lima kali di FMK (mulai 2007) dan dua kali di Inacraf JCC (mulai 2010).
Lukisan kain jarik karya Mas Sonny ini memang terbilang unik, karena beliau membuat lukisan dengan kain jarik utuh tanpa memotong kain dan tanpa mengisi lukisannya dengan bahan lain selain kain jarik yang dipakainya. Biasanya beliau melukis sosok wayang, seperti Arjuna, Kresna, Punokawan, Pandawa Lima, dan sebagainya. Lukisan wayang tunggal (terdiri dari satu tokoh wayang) dengan ukuran kecil biasanya hanya menghabiskan satu kain jarik, sedangkan lukisan besar yang terdiri dari beberapa tokoh wayang seperti Punokawan dan Pandawa Lima akan menghabiskan minimal enam kain jarik. Waktu penyelesaian lukisan juga tergantung besar kecilnya lukisan. Untuk lukisan kecil bisa diselesaikan dalam waktu satu minggu, tetapi untuk lukisan besar membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan.
Pada waktu saya mengunjungi standnya di FMK VI, Sabtu 21 Mei 2011 yang lalu, ada beberapa lukisan besar berukusan 2×1 meter. Menurut Mas Sonny, salah satu lukisan itu merupakan hasil karya terbarunya yang berjudul “Ngamarto Mangunjiwo”, hasil karya itu berupa lukisan Pandawa Lima beserta Sang Guru (Kresna). Sewaktu saya menanyakan harga lukisannya, Mas Sonny hanya tersenyum, “Biasanya pembeli sendiri yang menentukan harganya Mbak”, jawabnya. Menurut Mas Sonny, sekarang ini lukisannya dihargai mulai Rp 600.000,- sampai Rp 35.000.000,- tergantung besar kecilnya lukisan dan bahan yang dipakai. Untuk lukisan yang yang menggunakan kain jarik batik tulis harganya jauh lebih mahal dari lukisan dengan kain jarik biasa, karena harga bahannya sudah sangat mahal. Bagi pecinta benda-benda seni, tentu menjadi kebanggaan tersendiri jika mereka mempunyai koleksi lukisan yang unik ini.











KEREN BAGET AKU SEORANG PENIKMAT SENI,, AKU MINTA HASIL SENI SENI LAINYA YA… THANK