Mainan Ndeso
Zaman dulu, ada saja yang bisa dijadikan hiburan untuk anak kecil yang sedang menangis. Asalkan mainan tersebut bisa menimbulkan bunyi dan mudah menggunakannya. Tidak perlu isi baterai. Cukup diputar-putar, digerak-gerakkan, atau dipukul. Serunya!
Ada beberapa mainan unik khas tempo dulu yang saya temui di Festival Malang Kembali V, antara lain:
Tipungan terbuat dari bambu yang diberi kertas minyak di kedua permukaannya. Di samping kanan kirinya diberi benang yang bagian ujungnya diberi biji bunga tasbih. Pegang kayu tipungan ini dan mainkan ibu jari dan jari telunjukmu.
- Terbangan kecil
Terbangan biasanya digunakan untuk musik sampro atau qasidah, dan menggunakan bahan kayu serta kulit hewan sebagai selaputnya. Cara menggunakannya cukup dipukul-pukul dengan tangan. Tetapi kali ini beda, terbangan dibuat dalam bentuk kecil dengan bahan tanah liat. Untuk selaputnya menggunakan kertas bekas bungkus semen (sebenarnya bisa kertas apa saja, asalkan tebal dan kaku). Kemudian dilengkapi dengan alat pemukulnya yang terbuat dari bambu yang salah satu ujungnya dililitkan karet. Dipukul-pukul, bunyi deh.
Sekilas terdengar namanya mirip dengan mainan anak-anak yang bila dimasukkan koin akan bergerak dan mengeluarkan lagu. Biasanya bentuknya menyerupai hewan dan anak-anak suka menaikinya. Berbeda dengan ondong-ondong yang satu ini, tidak bisa dinaiki hanya bisa diputar-putar. Ondong-ondong ini bahan utamanya adalah kertas karton, tetapi di sini menggunakan kertas bekas bungkus rokok. Dibentuk silinder dan diikatkan pada kayu/bambu berdiameter kecil. Diputar-putar, akan terdengar suara lucu dari karton silinder tersebut.
Mainan dari kayu yang umumnya berbentuk orang-orangan. Jika digerak-gerakkan, kayu di bagian tengah akan menyentuh kedua tangan orang-orangan tersebut.
Harga mainan tersebut relatif murah, berkisar Rp 2.000 - Rp 5.000. Semua bunyi yang ditimbulkan mainan di atas, seperti suara alam. Jika mendengarkannya, kita serasa berada di tengah alam pedesaan.



Leave a Reply