Memori Diskusi Internal 2009
Beberapa memori Diskusi Internal 2009.
- Semua peserta, 12 orang, tampil dengan banyak topik baru yang bisa dikerjakan.
- Ada yang menyampaikan dengan bahasa “hanya itu yang bisa saya sampaikan”, setelah diberitahu bahwa setiap ide dihargai sehingga tidak boleh merendahkan idenya sendiri dengan kata “hanya itu”, presentasi dilanjutkan, dan peserta tersebut mengganti kata “hanya itu” dengan “itu saja”.
- Ada yang tampil dengan penuh rasa percaya diri karena ide yang disampaikan sangat cemerlang. Yang dimaksud ide cemerlang adalah “pinjaman tanpa bunga bagi SDM dan tanpa potongan”. Seperti lazimnya hukum alam, kalau salah satu tempat sangat kering maka akan ada tempat lain yang banjir, karena jumlah air adalah tetap. Semakin terang di suatu belahan bumi maka semakin gelap di belahan bumi lainnya. Semakin cemerlang ide itu bagi SDM maka semakin berat beban yang ditanggung oleh perusahaan. Supaya seimbang, maka saya memunculkan ide “tanggung renteng SDM untuk pinjaman tanpa bunga bagi SDM”. Selamat memasuki dunia baru “tanggung renteng” bagi KSU Pointer. Ide tanggung renteng ini muncul karena ingat kolom tanggung rentengnya Bu Evita Handayani Ketua KWSU Bakti Asta Makmur di situs kwsubam.com. Apakah tahun depan muncul ide super cemerlang “pinjaman tanpa bunga bagi SDM, tanpa potongan, ditambah bonus”?
- Ada peserta yang minta agar ada acara belanja ala Yogya atau Bali di Kalibaru. Saya ingat pepatah “lain padang lain belalangnya, lain lubuk lain ikannya”. Bagi saya ini berarti “kalau ke Kalibaru, nikmati Kalibaru, di sana ada pabrik karet, industri rotan, industri tahu, kebun kopi, jangan cari Malioboro atau pasar Sukowati”. Khan agak aneh ya kalau saya mau ke rumah salah satu karyawan tapi sebelum ke sana, saya pesan bahwa saya mau disuguhi jus wortel dan apel, juga siapkan anggur merah, anggur hijau, stroberi, murbei, pisang, jagung rebus, … he … he … he, kalau itu adanya di kantor. Dulu saya memang memberi nama acara ini “Rekreasi Bersama” bukan “Belanja Bersama”. Mudah-mudahan nama acara ini tidak pernah diganti. Ada juga peserta yang yakin bahwa rekreasi bersama ke Kalibaru tidak akan membosankan karena penuh kegiatan dari pagi sampai malam selama 3 hari. Saya sendiri yakin saya tidak bosan karena saya akan mengunjungi dunia nyata Kalibaru setelah saya membuat dunia maya Kalibaru (saya membuat situs kalibarucottages.com). Selain itu ada alasan khusus yaitu ingin melihat wujud ide yang saya lontarkan ke pemilik hotel. Beberapa ide: menangani tur mulai dari berangkat sampai kembali, membuat jogging track, makan pisang goreng di kebun.
- Ada peserta yang saya kira akan sulit berbicara dan sulit presentasi karena sehari-hari bertugas mengurusi kebun dan kebersihan, malah peserta tersebut tampil seperti seorang profesor go green sekaligus pakar fisika. Setelah ada yang menanggapi tentang cara pembuatan kompos yang salah atau meragukan keefektifannya maka dijawab dengan sederhana dan rendah hati: “Nanti 1,5 bulan lagi dilihat berhasil atau tidak, kalau tidak berhasil, dipelajari dan dicoba lagi sampai bisa”, “Thomas Alva Edison saja berkali-kali gagal”, “dicoba lagi, pasti bisa”. Ha … ha … ha, saya sungguh bahagia, kata-kata bijak tentang Edison yang pernah ditulis di kalender KSU Pointer 2008 bisa digunakan dengan sangat tepat untuk menjawab pertanyaan. Ada lagi kata-kata yang saya terkesan yaitu “merawat tanaman itu seperti merawat bayi, harus penuh dengan kasih sayang”. Saat ini di keluarga karyawan ada dua yang punya bayi dan ada dua yang sedang hamil, tiba-tiba terlintas di pikiran saya: “rawatlah tanamanmu”.
- Permintaan khusus kepada pihak Bapelkes Lawang agar makanan dibuat tanpa penyedap (micin/vetsin) membuat penasaran kokinya sehingga semua peserta yang bertemu dengannya selalu ditanya “apa masakannya enak tanpa micin” dan “kenapa kok tidak mau pakai micin?” Maka sibuklah peserta menjelaskan tentang bahayanya penyedap dengan gaya seorang pakar kesehatan (mungkin merasa menjadi Pak Nainggolan). Apakah koki Bapelkes memang belum tahu tentang bahaya penyedap? Padahal kes-nya itu singkatan dari Kesehatan. Siapa tahu, mungkin mulai besok, tiap kali kokinya mau menuang micin sepuluh sendok mereka ingat “tamu-tamu aneh 9 Mei 2009 yang tidak mau micin” sehingga dikurangi jadi satu sendok saja.
- Kalau kokinya memperhatikan gula yang disediakan untuk minum teh maka mungkin melihat gula yang tinggal sedikit dia berpikir bahwa tamu anehnya tidak mau micin tapi “suka makan gula”. Yang benar adalah saya memberi ide pada “profesor go green” agar membungkus sebagian gula tersebut untuk membuat molase. Molase dibutuhkan untuk membuat kompos.
- Ada peserta yang tampil dengan program untuk mempersiapkan donor darah: selama satu minggu disediakan makanan khusus untuk semua SDM. Seingat saya hanya dua orang yang kekurangan berat badan, mestinya ini saja yang diminta makan lebih banyak. Apa usul ini akibat selama ini jarang makan siang berupa nasi (kecuali Sabtu) dan sama sekali tidak makan daging/ikan di kantor?
- Diskusi berjalan efektif karena konsentrasi yang tinggi dari peserta (kelihatannya tidak ada yang tidur/ngantuk). Apakah ini akibat makanan di kantor yang berupa buah-buahan setiap hari? Apakah juga akibat tidak adanya pemakaian telepon genggam selama diskusi? Sewaktu acara berlangsung (4 jam diskusi; 1 jam istirahat; 3 jam diskusi; 0,5 jam istirahat; 0,5 jam diskusi) ada satu-dua kali bunyi dering telepon genggam tetapi tidak dijawab. Hanya ada komunikasi telepon selama istirahat. Saya mengalami bahwa bunyi telepon dalam rapat sangat mengganggu konsentrasi, apalagi kalau telepon diterima. Lebih parah lagi kalau yang menerima telepon adalah pemimpin rapat karena rapat berhenti. Sudah beberapa bulan ini, jika ada telepon atau SMS, telepon genggam saya hanya berbunyi tit sekali tanpa bergetar. Hasilnya saya bisa mengikuti rapat dengan penuh konsentrasi dan setelah rapat saya menghubungi pihak yang menelepon. Beberapa tahun yang lalu saya pernah punya tiga telepon genggam yang harus dilayani saat berbunyi. Saat ini saya bahagia, saya punya satu telepon genggam yang saya pakai kalau memang saya mau memakai.
- Ada beberapa acara yang meninggalkan jejak yang sangat kuat dalam memori saya, antara lain: kehangatan dan persahabatan dalam RAT BAM 2009, ketulusan penghargaan pengurus pada PPL dalam RAT KKC 2009, keterbukaan DCistem Unpad dalam Studi Banding 2009. Diskusi Internal 2009 ini meninggalkan jejak yang sangat kuat tentang ide baru dan efektif.
- Sewaktu di mobil saya berpesan pada Ketua Panitia agar acara dibuka dengan doa. Acara memang dibuka dengan doa: Mari kita berdoa menurut agama kita masing-masing. Saya kemudian titip pesan lagi supaya ada doa penutupan untuk Bu Mimiep yang tidak bisa hadir karena anaknya sakit dan Uria yang tidak bisa hadir karena baru melahirkan. Acara memang ditutup dengan berita tentang Bu Mimiep dan Uria dan dilanjutkan dengan doa: Mari kita berdoa menurut agama kita masing-masing. “Mari kita berdoa menurut agama kita masing-masing” adalah doa yang sering saya dengar di KSU Pointer tetapi jarang saya dengar di tempat yang lain. Orang-orang Pointer kelihatannya lebih lancar membuat tulisan dibandingkan berdoa. Situs ini berisi 733 tulisan dengan 1288 pustaka (gambar+video+file) dalam waktu 3 minggu. Mungkin kalau diminta berdoa di Internet, tidak ada lagi kata-kata “mari kita berdoa menurut agama kita masing-masing”, sehingga Tuhan hanya mendengar satu macam doa saja, bukan beberapa macam.
- Ada peserta yang mengusulkan supaya ada pakaian seragam dan sepatu seragam untuk jelajah alam. Saya tidak mendukung ide ini karena saya terbiasa dengan pakai pakaian yang ada dan dipakai sampai rusak. Untuk jelajah alam ini saya selalu memakai baju kaos yang sama dan celana olahraga yang sama … sudah 12 kali, mungkin suatu waktu bisa masuk rekor MURI.
- Setelah acara selesai pukul 16.30, saya teringat Ibu Kartini (ikut Peringatan Hari Kartini di KWSU BAM, temanya: Dengan Semangat Kartini, Kita Ciptakan Perubahan). Apa yang akan dikatakan oleh beliau jika melihat kenyataan bahwa kaumnya berdiri dengan manisnya untuk menonton 3 orang peserta laki-laki mendorong mobil yang beratnya ratusan kilo? Tidak kuatkah kaum perempuan? Kuat, ada tiga peserta perempuan yang lebih kuat dari banyak laki-laki Melilea (terbukti bisa memindahkan berton-ton barang Melilea hampir setiap hari sementara beberapa laki-laki Melilea yang kelihatan kuat sudah menyerah). Ibu Kartini, kapankah cita-citamu bisa terwujud? Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dan dorong mobil bersama? Hehehe ini cuma humor …
Rupanya saya tidak termasuk orang Pointer yang lancar menulis, saya mulai tulisan ini tanggal 9 Mei pukul 23.25, duduk, menulis, mengerjakan yang lain selama 3 jam, dan selesai tanggal 10 Mei 2009 pukul 13.25. Saya tidak bisa bayangkan kalau saya harus menulis 136 artikel seperti ini (penulis yang paling top di situs Pointer menulis 136 artikel dalam 3 minggu).
Johanis Rampisela
Angka 13 dipercaya sebagian orang sebagai angka sial, poin 13 di atas bisa dibilang kesialan dalam acara diskusi yang mengesankan di Lawang. Kejadian saat itu kesalahan bukan pada kendaraan tapi lebih kepada pengendaranya yang entah karena gugup atau ketakutan sehingga tidak bisa memposisikan kunci kontak dengan baik (kontak agak longgar sehingga mudah bergeser). Beruntung kami punya tiga Jagoan (Tri MasGetir) yang siap menyumbangkan tenaganya tanpa pamrih mendorong mobil yang beratnya mungkin 10x lebih berat mereka.
Yang Pasti saya setuju dengan penulis, diskusi kemarin sangat banyak menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru dan banyak hal yang berkesan (seperti ditanya koki & acara dorong mobil) banyak ide bermunculan meski saya pribadi belum memunculkan ide yang cemerlang, tapi saya merasakan apapun ide yang disampaikan pada diskusi tersebut sangat-sangat dihargai dan direspon dengan baik.
Semoga diskusi selanjutnya bisa menghasilkan hal-hal baru yang lebih bermanfaat…..