Menertawakan Diri Sendiri
Sering dikatakan bahwa tertawa adalah metode pengobatan yang terbaik. Mengingat sugesti diri dan power of mind telah dipercayai sebagai cara ampuh self-healing, maka tertawa memang cara ampuh untuk membuat diri Anda sehat secara jasmani dan rohani. Cobalah hiasi wajah Anda dengan senyum, maka jiwa Anda akan bersorak-sorai. Cobalah mengembangkan senyum di bibir, maka wajah Anda akan bersinar.
Tertawa memang therapy yang bagus untuk menyembuhkan stres. Namun menertawai diri sendiri barangkali merupakan obat terbaik bagi ketidakseimbangan mental. Menertawai diri sendiri menandakan sebuah sense of humor yang kontemplatif, dan membuat Anda tetap dapat mengontrol diri sendiri.
Memang sulit, tapi belajarlah menertawai diri sendiri. Lihatlah perilaku Anda sendiri dari sudut pandang orang lain, dan tertawailah perilaku Anda. Carilah sisi-sisi kelucuan dari pengalaman hidup Anda.
Bila Anda stres secara emosional, wajah Anda akan menampakkannya. Sebaliknya, bila Anda dapat menjaga wajah Anda selalu segar, maka Anda dapat menghindari stres emosional. Menertawakan diri sendiri merupakan cara yang paling sederhana namun ampuh mengatasinya.
Kalau kita mau jujur, sebenarnya banyak hal dari diri kita yang patut kita tertawakan sendiri. Sebagai misal: ketika kendaraan kesayangan kita tergores dan catnya mengelupas, kita jadi sedih dan kecewa. Semakin dalam kecintaan kita pada kendaraan itu, semakin dalam kesedihan dan kekecewaan kita. Ini juga terjadi ketika benda-benda kesayangan kita yang lain, seperti barang pecah belah, perhiasan atau barang koleksi yang selama ini kita rawat baik-baik, ternyata pecah, kusam atau rusak begitu saja. Kita dapati diri ini jatuh dalam kenelangsaan. Padahal benda-benda itu sama sekali tak merasakan apa-apa, justru kita yang harus bersakit-sakit. Bukankah ini menarik untuk kita tertawakan sendiri?
Semua ini terjadi karena kita meletakkan “diri” kita; kita mengidentifikasikan “aku” kita pada benda-benda kesayangan itu. Tanpa sadar kita menganggap benda-benda itu sebagai diri kita sendiri. Semakin banyak kita mencintai benda-benda, semakin terjerat kita pada benda-benda itu, semakin besar kemungkinan kita mengalami luka dan kepedihan. Seandainya kita mau mengurai sedikit demi sedikit keterikatan kita pada semua benda-benda kesayangan, semakin mudah untuk membebaskan diri kita sendiri. Bukankah yang kita idam-idamkan selama ini adalah sebuah jiwa yang merdeka?
Sumber:
Linda Bradford, Cara Hidup Santai ‘Relaksasi Sederhana di Tengah Kesibukan Anda’, Cakrawala, 2007
http://www.iloveblue.com/bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/751.htm
Leave a Reply