Menghindari Ketegangan Otak
Ketika dihadapkan dengan suatu masalah yang memerlukan perhatian, seringkali kita semua mencoba “memaksa” otak untuk menemukan sebuah solusi. Pendekatan ini bukan saja merupakan cara yang buruk untuk memberdayakan kreativitas kita, tetapi juga bisa mengakibatkan ketegangan yang nantinya menjadi semakin parah, begitu kita kehilangan tidur pada malam hari karena membolak-balikkan badan ke kiri dan ke kanan pada waktu pikiran kita bergumul dengan masalah. Membuat otak menjadi tegang dengan cara demikian ketika lelah dan terlalu cemas tidak akan menghasilkan solusi yang memuaskan.
Daripada seperti itu, jauh lebih baik Anda menggunakan mind map (peta pikiran) setiap kali berada dalam situasi yang menuntut kejelasan, diagnosis, dan solusi. Pandanglah situasi tersebut sebagai suatu tantangan positif, kesempatan untuk memperlihatkan keahlian dan melenturkan otot-otot kreatif Anda.
Anda dapat menggunakan peta pikiran untuk memecahkan masalah di tempat kerja dengan mengambil salah satu dari dua jalan berikut:
- Mulailah dengan masalah itu sendiri sebagai gambaran sentral dan bergeraklah maju. Misalnya, jika Anda menerima keluhan dari pelanggan tentang standar pelayanan yang buruk, gambaran sentral Anda adalah pelanggan yang merengut tidak puas.

- Mulailah dengan sebuah solusi sebagai gambaran sentral Anda dan bergeraklah mundur. Di sini gambar pelanggan Anda yang marah karena tidak puas berubah menjadi gambar pelanggan yang sedang tersenyum puas menceritakan organisasi Anda yang menakjubkan kepada para teman dan keluarga.
Kedua pendekatan ini sama-sama bisa digunakan. Bahkan Anda. Dan tim Anda bisa memusatkan perhatian pada masalahnya dengan semakin jelas jika Anda menggambar kedua peta pikiran tersebut dan memerhatikan di mana keduanya saling melengkapi.
Sumber: Mind Maps at Works, How To Be The Best at Your Job and Still Have Time to Play, Tony Buzan
tidak boleh memang “memaksakan otak” diperlukan juga refreshing.