Menunggu Kelahiran
Di Yogya Bung Hatta mendapat purti pertamanya, Meutia Farida. Prof. Sarwono dan dokter Suharto khusus datang dari Jakarta untuk menolong Yuke melahirkan. Waktu sakit mulai datang, Bung Hatta masuk ke kamar bersalin membawa sandwich yang dibuatnya untuk Yuke. “Makan, supaya lebih kuat,” kataya. Orang-orang di kamar bersalin tertama semua. Bung Hatta kelihatan gelisah dan khawatir. Untunglah semua berjalan dengan selamat.
Kemudian diadakan diskusi mengenai nama. Semua yang menjaga di situ turut memberi saran. Yuke telah memilih nama: Meutia, namanya sendiri yang diberikan oleh kakek kami yang berasal dari Aceh. Nama yang kedua masih harus dicari. Banyak nama yang diusulkan, yang bagus maupun yang aneh. Akhirnya dr. Suharto memberikan nama: Farida, yang disetujui oleh semua. Kebetulan Republik Indonesia baru mengadakan hubungan dengan Mesir. Farida adalah nama dari istri Raja Farouk, kepala negara Mesir. Bung Hatta sangat sayang pada putrinya itu. Walaupun selalu sibuk, tiap pagi ia datang menengok bayinya untuk diajak ngobrol.
“Raharty Subijakto, Pribadi Manusia Hatta, Seri 1, Yayasan Hatta, Juli 2002″
Leave a Reply