Mind Map, Melesatkan Ingatan Otak
Acapkali orangtua begitu putus asa saat anaknya mendapat nilai jelek. Alih-alih, mereka memberi cap ’si Bodoh’. Mereka tak sadar, ‘noda’ yang diberikan orangtua akan sulit lepas dari ingatan anak.
Mengambil dari salah satu film Korea berjudul ‘God Of Story’ yang membuka fakta betapa malang nasib murid-murid yang dianggap bodoh, tersingkir dari lingkungan sosial dan tertindas oleh mereka yang cerdas. Sampai akhirnya mereka menjadi anak-anak yang sukses dan berprestasi.
Nah, yang menarik adalah proses belajar yang mereka lakukan. Meskipun dijejali dengan buku-buku yang super tebal, mereka bisa meringkasnya dengan ‘pohon memori’. Atau istilah yang dipakai Tony Buzan adalah Mind Map. Jadi, bukan soal pintar atau bodoh yang menentukan buah hati sukses namun metode belajar!
Pengertian Mind Map
Otak itu layaknya sebuah peta kota. Tidak heran, bila Tony Buzan menyebut Mind Map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi keluar dari otak. Dengan kata lain cara mencatat kreatif, efektif, dimana secara harfiah akan “memetakan” pikiran-pikiran kita.
Bagaimana Cara Membuatnya?
Kalau Moms masih bingung dengan bentuk mind map ini, yuk kita jajal membuatnya. Mengutip dari ‘Buku Pintar Mind Map’ besutan Tony Buzan, ada 7 langkah membuat mind map:
- Mulailah dari bagian tengah kertas kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. Mengapa? Sebab memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah.
- Gunakan gambar atau foto untuk Ide Sentral. Karena sebuah gambar memiliki seribu kata. Gambar sentral itu akan menarik, membuat tetap fokus, membantu konsentrasi, dan mengaktifkan otak kita.
- Gunakan warna. Bagi otak, warna dan gambar itu sama menariknya. Warna membuat mind map lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenangkan.
- Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Pasalnya, otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Jika kita menghubungkan cabang-cabang, kita lebih mudah mengerti dan mengingat. Seperti cara pohon mengaitkan cabang-cabangnya yang menyebar dari batang utama.
- Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Sebab, garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik.
- Gunakan satu frasa kunci untuk setiap garis. Karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind map. Satu kata atau gambar adalah seperti pengganda yang menghasilkan sederet asosiasi dan hubungannya sendiri.
- Gunakan gambar. Seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata. Jadi, bila memiliki mind map setara 10.000 catatan.
Ayo, Wujudkan Mind Map Anda!
Si Kecil masih mengeluh soal buku pelajarannya yang tebal-tebal? Kini, sudah hadir mind map yang meringkas isi bukunya menjadi selembar kertas. Dahsyat, kan? Yuk, kita buat mind map untuk belajar hidup sehat!
Syaratnya mudah:
- Kertas gambar/HVS
- Pena dan pensil warna
- Otak
- Imajinasi
Sumber: http://lifestyle.okezone.com/
Leave a Reply