Museum Brawijaya
Diprakarsai oleh Brigjen TNI (Purn) Soerachman (Mantan Pangdam VIII/ Brawijaya 1959-1962), dibantu sepenuhnya oleh pemerintah kota Malang dalam penyediaan lahan seluas 10.500 M2 dan mulai dibangun tahun 1967 sampai 1968 oleh arsitek Kap. CZI. Ir. Soemadi. Museum ini diresmikan tanggal 4 Mei 1968 dengan nama Brawijaya dengan Sesanti Citra Uthapana Cakra, berarti sinar yang membangkitkan kekuatan. Koleksi Museum Brawijaya di bagian depan terdapat tank hasil merebut dari tentara Jepang di Surabaya, senjata penangkis serangan udara (Pompom Double Loop), Meriam 3,7 inch ‘Sibuang’ dan Tank Amphibi AM TRACK. Di loby tengah terdapat patung Jenderal Soedirman dan Badge 17 Kodam se Indonesia, di halaman tengah dapat dilihat “Gerbong Maut” (gerbong yang menewaskan 88 pejuang) dan perahu Segigir. Di dalam terdapat dua ruang yang menyimpan seragam, senjata, mobil, perabot sampai burung merpati pos jaman perjuangan. Sedang di ruang belakang terdapat perpustakaan yang tidak saja menyimpan buku-buku sejarah perjuangan, tapi buku naskah dan arsip asli berbahasa Belanda yang jumlahnya ribuan dan jarang bisa dijumpai ditempat lain.
Sumber: Dwi Cahyono, Malang Telusuri dengan Hati, hal 138
Leave a Reply