Obat Alami: Bawang Putih
Tidak ada yang tidak mengenalnya, bahkan sampai ada dalam dongeng. Ya, bawang putih yang setiap hari menemani ibu kita memasak di dapur ternyata banyak sekali khasiatnya untuk kesehatan.
Bawang putih atau Allium sativum adalah tanaman berumpun yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm. Batangnya batang semu dan berwarna hijau. Bagian bawahnya bersiung-siung, bergabung menjadi umbi besar berwarna putih. Tiap siung terbungkus kulit tipis. Daunnya berbentuk pita (pipih memanjang), akarnya serabut, bunganya berwarna putih bertangkai panjang, dan berbentuk payung.
Selain digunakan untuk penyedap masakan, bawang putih juga ampuh mengobati beberapa penyakit. Itu karena bawang putih mengandung beberapa zat kimiawi seperti, minyak atsiri yang bersifat anti-bakteri dan antiseptik, allicin dan aliin yang berperan aktif sebagai daya antikolesterol, kalsium, saltivine, diallysulfide, alilpropil-disulfida, belerang, protein, potasium, lemak, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C.
Beberapa manfaat mengonsumsi bawang putih:
- Mengontrol kadar kolesterol
Salah satu studi yang dipublikasikan di “The Journal of The Royal College of Physicians” oleh Silagy CS dan Neil HAW tahun 1994 menyebutkan bahwa bawang putih merupakan agen untuk mengurangi lemak. Penulis menyatakan bahwa suplemen bawang merupakan bagian terpenting dalam penyembuhan kolesterol tinggi. Menurutnya, secara keseluruhan, penurunan terjadi sebesar 12% dari total kolesterol. Penurunan ini terjadi setelah 4 minggu perawatan.
- Menyembuhkan tekanan darah tinggi
- Mengurangi risiko penyakit jantung
- Mengontrol gejala diabetes
Bawang putih dapat meningkatkan insulin, sehingga dapat mengontrol kadar gula dalam darah dan urine.
- Menghambat kemerosotan otak dan sistem kekebalan
- Mengurangi risiko terkena kanker
Organosulfida yang terkandung dalam bawang putih membantu hati memproses senyawa kimia beracun, termasuk senyawa kimia yang menyebabkan kanker. Beberapa penelitian epidemiologis menunjukkan bahwa orang yang banyak mengonsumsi bawang putih lebih rendah risikonya terkena kanker perut dan usus besar.
- Meredakan flu dan batuk
Kandungan sulfur yang terkandung dalam bawang putih membuatnya memiliki bau dan rasa yang khas dapat meningkatkan dan mempercepat kegiatan membran mucous di saluran pernapasan, yang membantu melegakan pemampatan dan mengeluarkan lendir. Bawang putih mentah mengandung phytochemical yang dapat membantu membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Pada tahun 1992, peneliti dari Universitas Brigham Young di Utah melaporkan bahwa bawang tumbuk dalam minyak membunuh bukan hanya membunuh rhinivirus tipe 2 (penyebab umum flu), tetapi juga membunuh 2 macam herpes (penyakit kulit menular) dan beberapa virus umum lainnya.
- Menyembuhkan wasir
Caranya: bersihkan dulu daerah anus dan sekitarnya dengan air hangat dan sabun, oleskan jus/beberapa siung bawang putih yang sudah dimemarkan sebanyak 3-5 kali pada anus yang telah dibersihkan, tunggu beberapa menit lalu bersihkan.
- Meringankan tukak lambung
- Mengurangi risiko komplikasi kehamilan pre-eclampsia (meningkatkan tekanan darah kandungan protein dalam urine)
- Melumpuhkan radikal bebas yang mengganggu sistem kekebalan tubuh
- Bermanfaat sebagai penawar racun (detoxifier) yang melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit
- Membantu menambahkan nafsu makan apabila dimakan mentah
- Menjaga stamina tubuh
- Membantu meredakan stres, kecemasan, dan depresi
- Mengandung khasiat antimikroba, antitrombotik, hipolipidemik, antiarthritis, hipoglikemik, dan juga memiliki antivitas sebagai antitumor.
Mengonsumsi bawang putih terlalu banyak membuat napas kita menjadi bau, untuk menghilangkannya kita dapat melakukan cara-cara berikut ini :
1. Meminum air teh kental atau kopi setelah mengonsumsi bawang putih
2. Memakan kulit limau dengan cara dikunyah
3. Mengimbangi dengan makanan yang terbuat dari protein, hati, dan telor
4. Menggunakan bawang putih dengan cara direbus terlebih dahulu atau dijadikan acar
Dalam mengonsumsi bawang putih sebaiknya tidak dimakan mentah, karena dapat mengganggu lambung. Oleh karena itu dianjurkan agar bawang putih terlebih dahulu direbus, digoreng, atau dipanggang dulu sebelum dimakan. Tetapi bawang putih tidak boleh digunakan dalam bentuk apa pun sewaktu terdapat serangan penyakit di bagian perut dan usus besar.
Untuk hasil yang maksimal, mengonsumsi bawang putih ini harus diimbangi dengan gaya hidup yang sehat, seperti mengurangi makanan yang mengandung lemak atau kolesterol tinggi, banyak olahraga, tidak merokok, beristirahat cukup, serta mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi.
Sumber: dari berbagai sumber.
Leave a Reply