Orang Soleh Itu Meninggalkan Kita
Memang sesuatu kemudian terjadi. Tepat tujuh hari kemudian, saya mendapat tugas lagi, tepatnya Kamis sore tanggal 13 Maret 1980. Bapak hampir-hampir tidak sadarkan diri lagi, seluruh keluarga sudah berkumpul dan bersedih hati membayangkan kejadian yang selanjutnya.
Semua berdoa dengan khusyuk. Para perawat sibuk memasang infus dan memberikan suntikan atas petunjuk dokter jaga, karena dokter-dokter beliau sendiri belum datang. Demikianlah akhirnya, dengan pertolongan infus dan oksigen, Bapak dibawa ke bagian ICU RSCM pada waktu magrib menyelimuti bumi di Jakarta.
Saat itulah saya terakhir melihat beliau dalam keadaan hidup, karena untuk selanjutnya perawatan diserahkan kepada perawat khusus di bagian ICU.
Tanggal 14 Maret 1980, hatiku hancur mendengar wafatnya Bapak yang meskipun telah diduga, namun cukup memberikan kejutan bagi keluargaku. Saya datang, melihat jenazahnya yang cemerlang, terbaring diselimuti kain batik bairu yang indah, yang kabarnya digunakan pula untuk menyelimuti jenazah Ibunda beliau pada tahun 1959. Bapak bagaikan orang tidur, senyumnya tampak pada wajahnya yang sabar, tenang dan berwibawa.
Selamat jalan pasien yang berhati emas …
Selamat jalan Bapak Bangsa …
Ny. Saudah Husyn, Pribadi Manusia Hatta, Seri 12, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply