Pemetaan Pikiran
Teknik mencatat ini menjadi sangat populer di antara para siswa selama beberapa tahun terakhir. Aslinya diciptakan oleh Michael Gelb, teknik ini dipopulerkan oleh Tony Buzan, yang menyebutkan struktur ini “peta pikiran” dan mematenkan nama tersebut. Kemudian, teknik ini dimasukkan ke aplikasi praktis oleh Nancy Margulies, Colin Rose, dan Eric Jensen.
Mengapa teknik ini sangat efektif bagi banyak orang, baik tua maupun muda? Sehubungan dengan gaya belajar yang berbeda, teknik ini khususnya sangat berguna bagi para pemikir holisits, yang memerlukan ikhtisar besar dan memiliki preferensi visual pada saat menyerap informasi. Adapun, para pemikir analitis, yang memerlukan pendekatan tahap demi tahap, dan para pembelajar yang tidak terlalu visual, sering merasa bahwa pemetaan ingatan atau pikiran adalah struktur-struktur yang tidak saling terkait dan tidak masuk akal bagi mereka. Karena itu, sangat penting bagi keberhasilan belajar Anda untuk menemukan lebih dahulu gaya Anda agar dapat memilih metode yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Jika Anda orang yang berorientasi otak kanan, Anda akan menemukan bahwa dengan menggunakan peta pikiran sebagai ganti mencatat secara linier, Anda akan meningkatkan ingatan Anda, menghemat waktu, mampu menyelesaikan banyak tugas, dan jauh lebih kreatif. Teknik ini juga bisa digunakan dalam proses curahan gagasan, mengeluarkan ide-ide, perencanaan, dan pemecahan masalah. Bukannya menggunakan kalimat-kalimat lengkap, dalam pembelajaran pemetaan kita menggunakan banyak gambar, simbol, struktur, warna, dan hanya kata-kata kunci. Bagi banyak pembelajar, teknik ini sangat mengurangi stres dibandingkan dengan cara mencatat tradisional dan jauh lebih menyenangkan!
Sumber: The Power of Learning Styles, Barbara Prashing
Leave a Reply