Pendaratan Darurat
Sewaktu saya mendapat kehormatan mendampingi beliau mengadakan misi rahasia ke India, saya bertemu Perdana Menteri Nehru untuk mendapatkan sokongan yang lebih kuat bagi kemerdekaan Republik Indonesia, yang ingin diobrak-abrik kembali oleh tentara Belanda dengan bantuan Sekutu.
Misi rahasia terbang meninggalkan New Delhi, sekonyong-konyong kapal terbang yang ditumpangi itu mendapat sedikit kerusakan sebelum sampai di lapangan terbang Calcutta. Mengetahui tentang kesulitan ini, Bung Hatta bertanya kepada kapten pilot, “Apakah kerusakan kapal terbang itu berbahaya?”
Pilot tersebut menjawab, “Kerusakan itu tidak begitu berbahaya asal dapat mengadakan pendaratan darurat di tempat yang terdekat untuk dapat memperbaiki sendiri.” Pilot tersebut berhasil mendaratkan pesawat di salah satu lapangan yang pernah dipakai oleh kaum Sekutu, sebagai lapangan terbang militer.
Walaupun rombongan sangat gelisah, kecemasan ini sama sekali tidak terlihat di wajah Bung Hatta. Beliau hanya berkata: “Syukur kita telah mendarat di bawah lindungan Tuhan.”
Pada waktu kami mendarat, kami dikerumuni oleh orang-orang India yang beramai-ramai melihat kapal terbang tersebut. Dari salah seorang penduduk, saya mendengar bahwa daerah tersebut adalah tempat kelahiran Budha, sehingga peristiwa ini menurut orang-orang tersebut sebenarnya merupakan pertanda yang baik bagi perjuangan bangsa Indonesia. Dalam pikiran saya memang Tuhan merestui perjuangan bangsa Indonesia.
Besoknya setelah kapal terbang berhasil diperbaiki, penerbangan kembali ke Indonesia dilakukan dengan selamat, dan terhindar dari serangan kapal terbang pemburu Belanda yang ingin memutuskan hubungan Indonesia dengan dunia luar.
Mr. A. Karim, Pribadi Manusia Hatta, Seri 7, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply