Penghalang di Jalan Kita
Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang raja yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi untuk melihat apakah ada yang bersedia menyingkirkan batu itu dari jalan.
Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba di tempat itu, tetapi mereka hanya berjalan mengitari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, tetapi tak satu pun yang ingin memperlancar jalan dengan menyingkirkan batu itu.
Kemudian, datanglah seorang petani yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin dekat, petani itu kemudian meletakkan bebannya terlebih dahulu dan mencoba memindahkan batu itu ke pinggir jalan. Setelah berusaha mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu.
Ketika si petani ingin mengangkat gendongannya, ia melihat kantong yang berisi banyak uang emas dan surat dari raja yang ternyata terletak di bekas tempat batu tersebut. Surat itu mengatakan bahwa emas itu hanya untuk orang yang mau menyingkirkan batu tersebut dari jalan itu. Petani itu mendapatkan suatu pelajaran yang berharga. Bahwa dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa digunakan untuk memperbaiki kehidupan.
Renungan
Dasar egois. Pasti itu yang kita katakan kepada orang yang tiba-tiba menyerobot antrean. Namun, apakah kita memikirkan hal yang sama ketika berada di pihak penyerobot? Kita begitu mudah menghakimi orang lain. Padahal kita sendiri sering melakukannya.
Melanggar lampu lalu lintas adalah juga tindakan egois yang bisa membahayakan nyawa orang lain. Menyimpan informasi penting yang seharusnya dibagikan adalah egois. Mendepak rekan kerja demi promosi jabatan adalah egois. Mencuri ide demi pujian, memfitnah teman agar kehilangan pekerjaan, mencuri uang kantor, menggunakan fasilitas kantor untuk pribadi, adalah egois.
Sebaliknya, melayani orang lain dengan mempermudah jalan agar bisa sama-sama sukses adalah tindakan pemberani.
Membantu klien menuntaskan kasus, menolong teman yang kesulitan, melontarkan kritik yang membangun, menggunakan waktu dengan disiplin di kantor, mengerjakan tugas tepat waktu, tepat mutu, adalah sikap yang harus dibangun agar mencapai sukses.
Dessy Danarti, Hadiah Terindah “88 Kisah Motivasi dan Inspirasi bagi Sukses Hidup dan Karier”, Andi Yogyakarta, 2007.
Leave a Reply