Penutupan FMK V, Ki Peni Jadi Dalang
Pagelaran Festival Malang Kembali V yang berlangsung selama empat hari mulai tanggal 20 - 23 Mei 2010 di Jl. Ijen Malang Jawa Timur, berjalan dengan lancar dan sukses. Acara pada siang hingga sore hari, tepatnya di depan Balai Kota Malang diadakan Festival Malang Topeng Karnaval secara massal yang diikuti 5.900 orang peserta yang berasal dari siswa SD sampai perguruan tinggi dan masyarakat umum. Selain itu, di Jl. Ijen diadakan lomba menggambar dengan topeng Malangan sebagai medianya. Acara ini mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta mencapai 624 peserta.





Dra. Rr. Diana Ina WH, M.Si selaku Ketua Panitia dari Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, menyampaikan bahwa acara Festival Malang Kembali V berjalan dengan lancar dan sukses ditandai dengan tingkat kenaikan pengunjung. Tahun sebelumnya jumlah pengunjung sekitar 400 ribu orang per hari, sedangkan tahun ini jumlah pengunjung mencapai 800 ribu orang per hari. Acara Festival Malang Kembali, sudah menjadi salah satu agenda/kalender tahunan pariwisata tingkat Jawa Timur dan Nasional.
Hasil kejuaraan lomba dan pemberian penghargaan:
- Lomba Nenek Cantik dengan Busana Batik Pesta (peserta dengan Usia ± 65 tahun).
- Lomba Gemuk Serasi dengan Busana Kerja (peserta dengan berat badan ± 70 kg).
- Stan Terbaik: Juara III, Kelompok stan Pasar Wage “Soto Geraba”. Juara II, Kelompok stan Pasar Kulon “Makanan Khas Kota Malang”. Juara I , Kelompok stan Pasar Kliwon “Kerajinan”. Stan terfavorit, Stan no. 02 “Jajanan Pasar”.
- Lomba Fotografi.
- Lomba Festival Malang Topeng Karnaval: Juara Harapan III dari SMKN 7 Malang, Juara Harapan II dari SD Sawojajar Malang, Juara Harapan I dari SMKN 5 Malang, Juara III dari SMKN 4 Malang, Juara II dari Universitas Negeri Malang, dan Juara I dari SMPN 9 Malang.
- Juara Festival Malang Topeng Karnaval berdasarkan kelompok: Kelompok Terkompak dari SMPN 9 Malang dan Kelompok Terkreatif dari Universitas Negeri Malang.
- Pemberian Penghargaan dari Kota Malang ke: Yayasan Inggil dan Telkomsel.




Mahasiswa Universitas Ma Chung, ikut berpartisipasi dengan menyajikan Tarian dari negeri Tiongkok. Sajian ini menjadi respon positif bagi Walikota Malang, Drs. Peni Suparto, M.AP. Dan selanjutnya semoga di Festival Malang Kembali tahun depan ada partisipasi kebudayaan dari propinsi atau negara lain.
Wayang kulit dengan mengambil cerita “Resi Manggayaseta” dengan dalang Ki Peni (Walikota Malang), menjadi momen penutupan acara Festival Malang Kembali V.









Festival Malang Kembali merupakan event pembelajaran sejarah dan Budaya Tradisi sekaligus sebagai citra Pariwisata Budaya. Diharapkan dapat menjadi pembelajaran sejarah yang utuh tanpa harus dipotong. Malang Kembali berarti menuju kesatuan titik tertentu bukan hanya bernostalgia zaman dulu. Titik-titik tertentu yang menjadi titik balik perjalanan sejarah malang dalam posisinya pada perkembangan sejarah nasional. Untuk itu tiap tahunnya Festival Malang Kembali mempunyai tema pembahasan yang berbeda.
MARI JAGA TRADISI KITA UNTUK GENERASI YANG AKAN DATANG…
Leave a Reply