Penyamaran Menjadi Tuan Abdullah
Saya pertama kali bertemu dengan Dr. Mohammad Hatta pada suatu malam di lapangan pendaratan kecil di Dataran Tinggi Bukittinggi di Sumatra Bagian Tengah. Lapangan terbang yang sudah tidak terpakai itu, yang dibuat oleh Jepang pada waktu Perang Dunia II, pada saat itu dikuasai oleh pejuang Indonesia - tempat yang tepat bagi perjumpaan saya yang pertama dengan cendekiawan yang hangat tetapi pendiam itu, yang memikul cita-cita kemerdekaan negerinya.
Menulis tentang Dr. Hatta adalah menulis tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia. Usahanya, perencanaannya yang matang dan saksama ketika dia berada dalam misi rahasia di luar negeri, meletakkan dasar yang membawa aspirasi Indonesia ke luar batas koloni Belanda dan menjadikan aspirasi itu terkenal di dunia, merupakan langkah raksasa dalam perjalanan ke arah pengusiran penjajah Indonesia. Saya memperoleh kehormatan menjadi salah satu alat untuk mencapai tujuan ini.
Biju Patnaik, Pribadi Manusia Hatta, Seri 7, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply