Pernapasan Meditasi
Sehat secara alami merupakan dambaan setiap orang. Asupan makanan yang bergizi serta melakuka olahraga dan olah pernapasan dapat membantu menjaga kesehatan maupun mengobati penyakit yang didertita. Salah satu untuk menjaga kesehatan yaitu dengan terapi gerakan olahraga ringan dan meditasi relaksasi. Pernapasan meditasi dilakukan setelah gerakan pemerataan energi tubuh. Selama melakukan gerakan ini, bernapaslah yang benar, halus, lembut, dan dalam untuk menambah energi tubuh supaya sehat dan bugar. Selain itu, selalu ingat kepada Allah yang memberi karunia napas untuk kehidupan.
Latihan pernapasan meditasi ini dilakukan sebelum meditasi ketenangan dan konsentrasi. Tujuan dari pernapasan meditasi ini adalah mengambil udara atau oksigen sebesar-besarnya untuk diendapkan pada paru-paru sebagai motor kebangkitan energi tubuh. Dengan demikian, energi vital lebih mudah terbangkit dan tersalurkan ke seluruh tubuh. Sebelum melakukan meditasi, sangat baik bila melakukan pernapasan meditasi terlebih dahulu. Tujuannya adalah sebagai berikut.
1. Mengendurkan otot syaraf dan sendi tubuh sehingga saat melakukan meditasi tubuh cepat rileks.
2. Menambah kandungan oksigen dalam tubuh sehingga meningkatkan kebugaran tubuh saat meditasi.
3. Mempermudah proses terbangkitnya energi dan penyaluran energi ke cakra-cakra (titik pusat energi) seluruh tubuh.
Ada 3 tahap latihan pernapasan meditasi, yaitu pernapasan bayu wicaksana, bayu samudra, dan bayu asih. Masing-masing pernapasan dilakukan dengan sikap awal sebagai berikut.
1. Duduk bersila dan kedua kaki tidak saling menindih.
2. Tubuh tegak sempurna, tetapi santai.
3. Kepala, leher, dan tubuh tegak sempurna serta kedua telapak tangan berada di atas lutut dengan posisi terbuka ke atas.
4. Suasana tenang dan percaya diri yang tebal.
Gerakan pertama pernapasan meditasi ini disebut bayu wicaksana. Pada pernapasan ini diharapkan dapat membuat hati sabar, tenang, dan kelak dapat menimbulkan pemikiran yang arif bijaksana, di samping meningkatkan oksigen di tubuh.
Sikap yang dilakukan adalah duduk bersila dengan sikap tenang, tarik napas dalam-dalam secara perlahan, lalu tahan napas selama 5-10 detik, kemudian keluarkan secara pelan-pelan (irama tarikan seimbang). Latihan ini dilakukan dengan tenang sebanyak 5-10 kali.
Pernapasan Bayu Samudra
Pernapasan meditasi kedua ini disebut bayu samudra karena di samping meningkatkan oksigen di tubuh, juga dapat meningkatkan otot dan saraf-saraf tulang belakang. Dengan demikian, tulang belakang akan kokoh dan menyebabkan tubuh bertambah bugar. Gerakan-gerakan yang dilakukan pada pernapasan bayu samudra adalah sebagai berikut.
1. Kaitkan (tautkan) kedua tangan di belakang tubuh (sedikit di atas pinggang).
2. Bungkukkan tubuh, kepala boleh sampai menyentuh lantai atau alas meditasi (semampunya).
3. Tarik napas berlahan-lahan bersamaan dengan mengangkat tubuh pelan-pelan kembali tegak (posisi semula).
Tahan napas 5-10 detik, dan keluarkan pelan-pelan.ulangi gerakan ini pelan-pelan. Ulangi gerakan ini dengan tenang sebanyak 5-10 kali.
Gerakan membungkuk dan menegakkan tubuh dengan tangan terkait di belakang dimaksudkan untuk melatih saraf-saraf tulang belakang. Dengan demikian, tubuh senantiasa segar bugar, terutama saat-saat melakukan penambahan energi tubuh. Hal ini akan memberi kenyamanan pada aktivitas sehari-hari.
Pernapasan Bayu Asih
Gerakan pernapasan meditasi ketiga adalah pernapasan bayu asih. Bila gerakan bayu asih dinikmati saat melakukan pernapasan dengan sungguh-sungguh maka gerakan ini dapat menimbulkan peresapan rasa kasih sayang. Sikap rasa syukur pada Tuhan yang memberi napas untuk kehidupan.
Gerakan-gerakan yang dilakukan pada pernapasan ini adalah sebagai berikut.
1. Letakkan kedua tangan berada lurus di depan tubuh agak ke bawah dan telapak tangan menghadap ke bawah, sekitar 10 cm di atas lantai.
2. Sambil menarik napas pelan-pelan, luruskan kedua tangan ke depan, lalu putar ke atas, ke samping tubuh, ke bawah, sampai telapak tangan di atas lutut.

3. Dengan telapak tangan menghadap ke atas, tarik telapak tangan ke belakang kepala (di daerah otak kecil). Tahan napas dan gerak selama 5-10 detik.
4. Sambil menurunkan tangan kembali ke posisi semula, napas dikeluarkan secara perlahan-lahan. Ulangi gerakan ini sebanyak 5-10 kali.
Pernapasan meditasi bayu asih dapat dilakukan tersendiri, tanpa dua pernapasan meditasi lainnya, terutama bila sedang sibuk bekerja. Gerakan pernapasan ini dapat dilakukan sambil duduk di kursi untuk mengembalikan atau menambah energi tubuh yang terserap saat bekerja sehingga tubuh sering lemas. Lakukan gerakan pernapasan bayu asih sebanyak 10-20 kali saat duduk di kursi.
Tips Meditasi yang Santai
Anda tak perlu pergi ke pantai atau ke tempat sepi untuk bermeditasi. Meditasi bisa dilakukan kapan saja dan di mana pun. Meditasi juga tak perlu waktu lama, bisa tiga menit saja, hingga 20 menit setiap harinya. Dengan bermeditasi pikiran lebih terkontrol, perasaan tak nyaman sirna, dan stres teratasi lebih baik.
Meditasi bahkan bisa dilakukan sambil menjalani rutinitas harian. Lakukan saja meditasi pada waktu-waktu ini:
1. Saat mandi
Saat menjalani ritual mandi atau ketika mencuci piring, Anda bisa bermeditasi. Manfaatkan waktu untuk fokus pada pernafasan Anda, sambil merasakan aliran lembut air saat mandi atau mencuci piring, kata Jonathan Kaplan, PhD, psikolog klinis yang juga penulis Urban Mindfulness.
2. Saat menunggu
Saat menunggu si kecil keluar dari kelas, atau saat menunggu teman dan relasi kerja, manfaatkan waktu untuk meditasi. Anda butuh bantuan teknologi kali ini. Aplikasi meditasi dalam gadget Anda bisa mendukung meditasi. Suara menenangkan dari aplikasi meditasi ini membantu Anda fokus pada pernafasan dan proses meditasi. Setidaknya Anda bisa menjalani proses meditasi selama tiga menit dengan cara ini.
3. Saat makan
Waktu makan siang atau makan malam, juga bisa dimanfaatkan untuk meditasi. Sebelum menyantap makanan, dalam posisi duduk, tutup mata Anda dan ambil nafas. Lalu buka mata Anda, dan lihatlah hidangan di meja, saran Claire Wheeler, MD, PhD, penulis 10 Simple Solutions to Stress. Hirup aroma makanan dan mulailah mengunyah perlahan. Cara ini tak hanya menenangkan pikiran, namun juga mencegah Anda makan berlebihan. Anda cenderung lebih menikmati makanan dengan lebih santai ketika pikiran dan tubuh relaks.
Sumber:
Sri Haryanto S. Nugroho, BA, Sehat & Bugar Secara Alami, hal 39-42
http://www.bloogs.web.id/tips-meditasi-yang-santai.html

Leave a Reply