Prolog Seputih Melati
Bung Hatta seorang patriot demokrat sejati, teguh dan konsekuen pada pendiriannya; seorang pemimpin yang jujur, satu ucapan dan perbuatan. Apa yang diucapkan, itu pula yang dilakukannya. Kekuasaan tidak digunakan untuk memperkaya diri sendiri, hidupnya tetap sederhana.
Bung Hatta, sekalipun sudah menduduki puncak kebesarannya yaitu menjadi wakil presiden, tetap memelihara hubungan akrab dengan kawan-kawan seperjuangannya pada zaman kolonial. Bung Hatta tetap merasa sebagai rakyat biasa. Selain pandai mendidik kader-kadernya maka Bung Hatta pandai pula mendidik dirinya sendiri, disipliner, menepati janji, dapat menghargai waktu, menghargai pendapat orang dan tepo-seliro. Hidup menurut tuntutan agama.
Maskun Sumadiredjo, Pribadi Manusia Hatta, Seri 7, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply