Pusat Keramaian Kayutangan
Kawasan Kayutangan adalah salah satu kawasan bersejarah di Kota Malang. Awalnya, Kayutangan digambarkan sebagai hutan kecil dan tidak banyak rumah. Ketika Belanda menduduki Malang, wilayah inilah yang dijadikan pemukiman bagi warga Eropa di Malang, pada waktu itu dikenal dengan nama Kajoetangan Straat. Lama kelamaan penggunaan lahannya beralih fungsi menjadi lebih komersial, menjadi pusat perdagangan dan perbelanjaan bagi masyarakat kalangan menengah ke atas dan warga Eropa di Kota Malang.
Perkampungan di Kayutangan juga terbentuk atas peran dari Mbah Honggo Koesoemo. Beliau adalah keturunan Mataram yang turut berjuang bersama Pangeran Diponegoro. Perannya membuka Pasar Talun, mengubah area pekuburan menjadi kampung belakang pertokoan Kayutangan (Kelurahan Kauman) sehingga lambat laun daerah ini menjadi ramai.
Dilihat dari sejarah, Kayutangan sangat bagus jika dijadikan tujuan wisata kota tua. Di sana masih bisa kita jumpai Gereja Hati Kudus Yesus, Toko Oen, dan bangunan-bangunan khas Eropa lainnya. Kawasan yang terbentang di Jalan Basuki Rahmad ini sekarang banyak dihiasi dengan papan-papan reklame.
Jalur Kayutangan di Malang sejak dahulu memang jadi pusat keramaian. Gedung bioskop Merdeka di Kayutangan dulu bernama Roxy. Di Kayutangan tempo doeloe terdapat deretan toko pakaian, toko roti dan minuman, serta Toko Soen, Sin, dan Piet Goan. Toko Soen bersama Restoran Roti Wiener sekarang menjadi bangunan Bank BNI, sedangkan bekas Toko Piet Goan menjadi kantor Bank Harapan Santosa.
Dulu percetakan dan Toko Buku Drukkerij & Bukhandel G. Kolf berlokasi di mulut Kayutangan Gg. 6. Juga ada Toko Alat Potret dan Film Fotax terdapat di mulut Kayutangan Gg. 4, sampai sekarang terkenal dengan nama Kayutangan Gg. Fotax.
Di sebelah utara gedung bioskop Merdeka itu dulu berlokasi Redaksi harian De Oosthoek Bode dan De Malanger. Agak ke utara lagi terdapat Restoran dan Pabrik Roti Hazes, dan di dekat perempatan Jalan Kahuripan dan Jalan Semeru terdapat Apotek MIM dan toko senjata (Wapen Handel) Knies. Keduanya sekarang menjadi Gedung BCA.
Sumber:
mr.antariksa.googlepages.com/Nova.pdf
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2003/06/02/IQR/mbm.20030602.IQR88079.id.html





Leave a Reply