Sadikin Pard, Pelukis dengan Kaki
Sebuah papan kecil bertuliskan ‘Sunda, Menyediakan Tanaman Hias dan Melayani Pembuatan Taman’ tergantung di depan rumah. Sementara di samping teras penuh dengan beraneka ragam tanaman hias. Suasana sejuk terasa di teras rumah.
Seorang laki-laki 43 tahun tanpa tangan tampak keluar dari rumah. Barulah saya yakin kalau ini benar rumah Pak Sadikin Pard, pelukis dengan kaki, satu-satunya anggota AMFPA dari Malang, dan salah satu dari 7 orang anggota AMFPA dari Indonesia.
Pelukis kelahiran Malang, 29 Oktober 1966 itu cukup sibuk. Selain melukis, Pak Sadikin juga berbisnis tanaman hias. Salah satu tanaman hiasnya bernilai 25 juta. Pak Sadikin juga sedang mempersiapkan galeri lukisannya yang dibuka di Rumah Makan Gayo Kanikmatan, di jalan Karangploso-Karanglo.
Bagi Pak Sadikin, mula-mula melukis hanya sekedar hobi. Masa kecil Pak Sadikin diisi dengan berbagai macam prestasi di lomba Catur dan Kristik. Bahkan di lomba Kristik, Pak Sadikin pernah mendapat hadiah langsung dari Presiden Soeharto pada tahun 1978. Pak Sadikin memulai hobi melukisnya ketika SMP. Dikarenakan lukisannya bagus, maka Pak Sadikin diikutkan les privat oleh orang tuanya. Beruntung, pada tahun 1989, ketika Pak Sadikin menjalani semester ketiga jurusan Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang, Pak Sadikin melihat pengumuman Yayasan Association of Mouth and Foot Painting Artists (AMFPA) yang membutuhkan anggota. Pak Sadikin kemudian mengajukan permohonan dengan menyertakan beberapa contoh lukisan.
Untuk menjadi anggota AMFPA tidaklah mudah. Syarat-syaratnya antara lain harus menyerahkan surat keterangan cacat tangan dari dokter, harus mempunyai bakat melukis, dan harus bisa berbahasa Inggris dan Jerman (secara pasif). Lukisannya pun juga harus berkualitas. Dalam AMFPA sendiri terdapat tiga macam tingkat keanggotaan, Student Member, Associate Member, dan Full Member. Yang membedakan tingkatan tersebut adalah kualitas lukisan. Pak Sadikin termasuk dalam Student Member.
Pak Sadikin dulu pernah berbisnis direct selling menjual alat rumah tangga. Namun usahanya bangkrut terkena krisis ekonomi. Rumah yang semula di tepi jalan besar daerah Sawojajar pun ikut terjual. Pak Sadikin kini menempati rumah bekas kantornya dulu. Kini Pak Sadikin lebih fokus mengembangkan lukisannya. Harga lukisan minimal Rp 500 ribu. Ada juga lukisan yang terjual senilai Rp 30 juta, tergantung pada tingkat kesulitan pembuatannya.
Lukisan Pak Sadikin sudah keliling ke berbagai dunia, antara lain Swiss, Belanda, dan hampir semua negara di benua Asia. Tahun 2007 kemarin, Pak Sadikin sudah menandatangani kontrak ke-7 dengan AMFPA, satu kontrak selama 3 tahun. Honor per bulan sekarang sudah mencapai CHF 900 (sekitar Rp 8,1 juta).
Biodata Sadikin Pard
Nama: Sadikin Soepardi/Sadikin Pard
Lahir: Malang, 29 Oktober 1966
Pendidikan: S-1 Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang
Alamat: Jl. Selat Sunda Raya D5 No. 35 Sawojajar Malang
Telepon: 081333123518, 722424








































Leave a Reply