Sanggar Kampung Waringin
Sanggar Kampung Waringin adalah sanggar yang menampung kreativitas seniman-seniman muda Malang. Sanggar ini terbentuk 2 tahun yang lalu dan diprakarsai oleh: Yoyok, Gunawan, dan Hanif. Saat ini anggotanya sudah mencapai 20 orang. Seniman-seniman yang tergabung dalam sanggar ini sebenarnya memiliki pekerjaan sendiri-sendiri namun mereka masih meluangkan waktu untuk mengasah bakat dan hobi yang mereka miliki. Dalam sanggar ini ada berbagai bakat seni yang terapresiasi, ada yang mampu membuat ukiran, melukis, mendesain taman, membentuk bonsai, dan lain sebagainya.
Di Festival Malang Kembali 2010 ini adalah kesempatan pertama kalinya mereka dapat menggelar hasil karya seni secara bersama-sama karena biasanya mereka hanya bisa pameran secara terpisah sesuai dengan bidangnya. Di sini dipamerkan ukiran kayu, lukisan dari semen, bonsai, dan pot taman.
Ukiran kayu yang dipamerkan antara lain adalah ukiran jati berukuran besar yang diberi nama “Perebutan Hidup”. Ukiran ini dibuat oleh Gunawan, dalam pengerjaannya butuh waktu sekitar 2 tahun. Maksud pemberian nama ini dikarenakan pada saat sekarang ini semua peluang sudah terisi, untuk itu kita harus bersaing. Garis-garis yang dibentuk pada ukiran menggambarkan hal tersebut, ada garis tiba-tiba keluar dan ada garis yang tiba-tiba masuk, bahkan ada garis yang patah. Di tengahnya terdapat ukiran matahari sebagai sumber kehidupan. Matahari tersebut dilingkari oleh rantai yang menyimbolkan lapisan ozon yang sudah rusak. Ukiran ini dijual sekitar Rp 50 juta. Beberapa ukiran yang lebih kecil juga ikut dipajang di dekat ukiran Perebutan Hidup.
Lukisan besar juga menjadi salah satu daya tarik stan ini. Lukisan itu dibuat dengan menggunakan semen. Pengerjaan satu lukisan membutuhkan waktu sekitar 5 hari. Salah satu lukisan besar yang dipajang berjudul “Dingin” dan dijual seharga Rp 1,5 juta.
Seniman Sanggar Kampung Waringin juga membawa beberapa bonsai salah satunya bonsai Klampis yang terlihat rindang dan sejuk. Sedangkan untuk memperindah penampilan taman diperlihatkan juga pot hasil kreasi dan desain asli mereka.





Leave a Reply