Sarungisasi ke Candi
Jika Anda ingin berkunjung ke Candi Borobudur saat ini, ada peraturan baru, yaitu memakai sarung. Program ini dimulai sejak selasa lau (15/3/11). Wisatawan diwajibkan mengenakan kain sarung bermotif batik disaat mengelilingi candi Buddha terbesar di dunia ini. Pihak PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) menyiapkan sekitar 10 ribu lembar kain sarung batik untuk dikenakan para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara saat naik candi.
Program Sarungisasi ini untuk pelestarian dan meningkatkan penghargaan terhadap Candi Borobudur sebagai karya agung nenek moyang Bangsa Indonesia dan warisan peradaban dunia. Ada 40 petugas yang disiapkan untuk membantu wisatawan mengenakan sarung sebelum naik ke candi dan melepasnya saat mereka meninggalkan pelataran candi. Pos I berada di tangga naik pelataran candi, tempat wisatawan mulai mengenakan sarung dan Pos II di tangga turun pelataran candi, tempat pengunjung melepas sarung.
Selain itu juga sekarang diberlakukan pendampingan pengunjung selama di Candi Borobudur. Satu orang petugas untuk mendampingi 30 wisatawan selama berkeliling. Petugas mulai Pos I hingga Pos II Sarungisasi mendampingi wisatawan dan mengarahkan jalur kunjungan di candi sehingga alur pengunjung lebih teratur.
Disediakan pula layanan pembelian sarung batik Candi Borobudur sebagai cendera mata di Museum Kapal Samuderaraksa TWCB seharga Rp150 ribu per lembar.
Setelah Borobudur, rencananya Prambanan juga akan memberlakukan hal yang sama. Selain bersarung batik juga sandal bersol karet. Hal ini dilakukan untuk menjaga keausan batu candi dari gesekan. Pihak pengelola akan meminjamkan sarung dan sandal untuk dikembalikan, tetapi masih dalam tahap persiapan terlebih dahulu.
Sumber:
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/traveling/11/03/15/169500-berkunjung-ke-borobudur-kini-wajib-bersarung-batik-lo
http://international.okezone.com/read/2010/02/17/340/304463/340/pengunjung-prambanan-juga-wajib-kenakan-sarung-batik
http://www.visitingjogja.com/index.php?mod=nwsdet&id=928
Leave a Reply