Sebagai Mahasiswa Bung Hatta
Pertama kali saya berjumpa dengan Bung Hatta dari dekat, adalah di rumah beliau di Jalan Reksobayan, Yogyakarta pada tahun 1947. Pada waktu itu beliau adalah wakil presiden Republik Indonesia alam masa-masa awal yang paling berat dalam sejarah negara kita. Saya sedang menjumpai Mr. Abdul Gaffar Pringgodigdo, sekretaris negara yang pertama-tama. Ketika ia sedang menghadap Wakil Presiden Hatta, saya diajaknya. Karena itulah saya kebagian salam dari Bung Hatta.
Kemudian saya, mulai berkenalan betul dengan Bung Hatta adalah sebagai anggota, kelompok mahasiswa Universitas Indonesia yang dipimpin oleh Emil Salim, yang secara teratur menerima semacam kuliah, kapita selekta mengenai ekonomi dan politik dari Bung Hatta. Kuliah-kuliah itu diberikan di serambi belakang rumah beliau di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13, Jakarta. Saya masih ingat betapa mengasyikkan kuliah-kuliah itu, karena mendorong saya untuk membaca buku-buku yang semula tidak saya kenal (kalau tidak salah, dalam kelompok itu saya adalah satu-satunya bukan mahasiswa ekonomi), dan juga karena banyaknya contoh-contoh dari sejarah yang diketengahkan. Saya berkenalan dengan nama-nama yang semula asing bagi saya, seperti Schumpeter, Sombart, Treub, Gaudriaan, dan masih banyak lagi.
Tetapi jelas bahwa asosiasi saya yang paling erat dengan Bung Hatta adalah sejak saya mulai mengadakan wawancara-wawancara mengenai sejarah kontemporer Indonesia mulai periode Pendudukan Jepang 1942. Sejak zaman itulah saya berkenalan dengan akrab dengan sekretaris beliau Pak Hutabarat dan terutama Pak I. Wangsa Widjaja. Sering sekali saya menunggu di samping garasi tempat mereka berkantor. Sebabnya ialah, karena saya selalu datang setengah sampai seperempat jam lebih pagi daripada waktu yang dijanjikan. Andaikata ada kemacetan lalu lintas di jalan, saya tetap tidak akan terlambat, karena terlambat datang pada pertemuan dengan Bung Hatta adalah sesuatu hal yang tidak boleh terjadi. Karenanya saya sering menunggu di samping garasi itu.
Nugroho Notosusanto, Pribadi Manusia Hatta, Seri 9, Yayasan Hatta, Juli 2002
Leave a Reply