Semangat dan Perjuangan Harvestku Sayang
Melewati kegigihan yang pantang mundur, perlahan-lahan tapi pasti, ada hasil kerja kami yang mulai bisa dipetik. Toko-toko mulai mau menerima dan menjual produk Harvest, sehingga perkembangan pembuatan produk pun tak terbendung. Dari kartu penyelip buku, kemudian berkembang ke berbagai jenis produk seperti kertas surat, amplop, buku harian, kartu ucapan, dan masih banyak lagi. Ada hal yang sangat berkesan yang membuahkan kemajuan yang sangat berarti bagi usaha kami, yaitu gaya pendekatan Andrie kepada setiap orang yang berhubungan dengannya. Kemampuan menempatkan diri dan orang lain dalam porsinya.
Pada awal-awal usaha ini dimulai, semua pekerjaan dirangkap sendiri oleh Andrie. Saat uang mulai terkumpul, ada kegiatan yang diminati oleh Andrie yaitu kegiatan membaca koran, mencari berita tentang penyelenggaraan seminar dan pergi ke toko buku. Suatu saat Andrie bertanya kepada saya, “Apakah ada menimba ilmu atau belajar tanpa ijazah? Ikut seminarlah”. Dan kemudian, dia mengikuti berbagai seminar dan buku-buku yang dibeli pun beragam untuk membuka wawasan. Karena dia sadar sesadar-sadarnya, dengan latar belakang pendidikan formal yang sangat minim maka kehausannya dalam menambah pengetahuan bagi dirinya sendiri memiliki arti yang sangat penting.
Saat pertama mengikuti sebuah seminar, Andrie duduk di bangku paling depan, mendengarkan semua tanpa terlewatkan sampai seminar dan sesi tanya jawab selesai, tuntas, tetapi tidak mengerti apa yang dibahas dalam seminar itu karena bahasanya terlalu tinggi. Dan akhirnya sesampainya di rumah kami bersama-sama belajar dari bahan-bahan yang didapat dari seminar-seminar berikutnya, dan mulai belajar menerapkannya dalam praktik bisnis dengan skala kemampuan yang kami punyai. Dari sana kita belajar tentang istilah di marketing yaitu:
P4 (Product, Place, Price, Promotion) dan istilah SWOT Analysis (Analisis tentang produk sendiri sekaligus produk pesaing yaitu tentang Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Istilah untuk mengubah arah fokus pelanggan yang akan kita bidik yaitu segmentasi. Kami pun membelokkan segmen produk dan peruntukan, dari produk umum, bidikan diarahkan ke remaja, persahabatan, dan kehidupan tentang remaja. Perubahan tema inilah yang nantinya membuat nama Harvest sangat dikenal, disayang, dan dicari para remaja.
Peluncuran kartu bertema cinta dimulai dan produk ini pun diterima dan meledak di pasaran! Saatnya kami bukan menawarkan produk tapi toko yang mencari produk kita. Kami pun mulai mengadakan kerja sama dengan majalah remaja sebagai sarana promosi dan beriklan dengan cara mengadakan acara bersama.
Di tahun 1989, dengan berkembangnya produk Harvest di pasaran, baik jumlah maupun jenisnya, timbul keinginan untuk mengadakan survei dan kemudian lahirlah Harvest Fans Club (HFC), divisi baru perusahaan kami. Kami menyaring keanggotaan melalui kertas kecil yang diselipkan ke dalam produk. Sungguh di luar dugaan! Sambutan dari para Harvest Maniac sangat antusias dan surat datang sangat-sangat banyak. Berbagai acara dan kegiatan pun diadakan oleh HFC dan kami punya tempat berkumpul di kantor, yang kami sebut sebagai tempat temu darat. Kepedulian dan perhatian yang sangat besar dari para penggemar Harvest, menginginkan Harvest semakin maju dan berkembang.
Walaupun sekarang HFC telah resmi kami bubarkan tetapi kami mengucapkan ribuan terima kasih. Tanpa Anda sekalian penggemar Harvest, tidak ada kita hari ini, tidak ada saya sekarang ini!
Sumber: Andrie Wongso, Sang Pembelajar

Leave a Reply